Penguasan Diri adalah kekuatan untuk tidak menuruti kehendak sendiri dan kekuatan untuk mengontrol nafsu makan dan perasaan yang berlebihan
http://praise-halleluya.blogspot.co.id/2013/03/jodoh-di-tangan-tuhan-atau-di-tangan.html
Jodoh: Di Tangan Tuhan atau Di Tangan Manusia?
Jodoh Yang Sesuai Kehendak Tuhan
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Mengasihi Diri Sendiri
Mengasihi Diri Sendiri
BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN
BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN
e shtunë
9 Buah Roh
Penguasan Diri adalah kekuatan untuk tidak menuruti kehendak sendiri dan kekuatan untuk mengontrol nafsu makan dan perasaan yang berlebihan
e martë
Kasih Allah Tidak Bersyarat

Suatu hari aku melihat Bapa sedang melamun di takhta-Nya.
Aku menghampiri- Nya dan pelan-pelan aku bertanya kepada-Nya,
“ Bapa, apa yang sedang Kau pikirkan ? “
Bapa menoleh ke arahku, dan Ia tersenyum, lalu Ia berkata dengan lembut,
“ Tidak Ada anak Ku. Aku hanya sedang memikirkan manusia. “
“ Manusia ? Ada apa dengan mereka ? “ tanyaku
“ Tahukah kau bahwa Aku sangat mengasihi manusia ? “ ujar-Nya,
“ Iya, aku tahu itu. Apa hubungannya Tuhan ? “
“ Aku mengasihi manusia sedemikian, sehingga Aku merelakan Anak-Ku terkasih, Yesus Kristus untuk turun ke bumi, menderita, dihina, dan akhirnya mati bagi mereka. “
“ Iya, itu adalah karya penebusan yang sangat indah. ”
“ Tapi…. “
ooh…, ada nada sedih di suara-Nya.
“ Tapi, mengapa manusia masih juga meragukan kasih-Ku ? “
Aku terdiam, aku tidak dapat menjawab pertanyaan-Nya, karena aku pun tidak tahu…
“ Hari ini, ada satu anak-Ku, dia menangisi dosanya, dia memohon pengampunanKu, Aku mengampuninya, Aku mengatakan bahwa Aku sudah tidak mengingat-ngingat lagi dosa yang ia buat, tapi….”
“ Tapi kenapa Tuhan ? “
“ Saat Aku berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya, ia berkata, tidak akan ada pengampunan lagi atas dosa yang ia perbuat, ia sudah terlalu sering jatuh bangun dalam dosa, ia mengatakan bahwa ia membenci dirinya… ”
Aku diam, menantikan Tuhan.
“ Kenapa ia memandang hina dirinya ? Padahal dia adalah biji mata-Ku, kekasih hati-Ku. Darah Yesus sudah tercurah untuknya, Aku sudah mengampuninya, tapi ia tidak Percaya. Aku berkata Aku sudah melupakan semua dosanya, tapi ia berkata tidak mungkin. Mengapa ia memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ? “
“ Apa ? Memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ? “
Aku terkejut, adakah orang yang seperti itu ?
“ Bagaimana mungkin ia memandang rendah pengorbanan Yesus ? “
“ Darah Yesus tercurah di Kalvari untuk menebus dosa manusia, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia sudah diambil alih oleh-Nya, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan di dalam Dia, tapi manusia merasa tidak yakin bahwa apa yang telah Dia lakukan sanggup menebus mereka dari maut, mereka tidak yakin dengan karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus. “
Tanpa sadar, aku menangis, aku membayangkan, seandainya aku sudah memberikan hadiah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang yang aku kasihi, tapi ternyata hadiah itu dianggap rendah, diacuhkan dan dibuang begitu saja. Kira-kira, apakah masih tersisa kasih dalam hatiku untuk mengasihi orang itu ? Kalau itu aku, mungkin aku tidak akan mengasihi orang itu lagi.
“ Lalu Tuhan, apakah sekarang Engkau masih mengasihi manusia ? “
“ Ya, Aku sangat mengasihi manusia ! “
Aku terkejut ! Sedemikian dalamkah kasih Tuhan untuk manusia ?
“ Walaupun mereka seperti itu ? “ tanyaku
“ Ya, Aku rindu suatu hari mereka akan datang kepada-Ku dan mengatakan bahwa mereka mengasihi-Ku. “
Aku masih terheran-heran.
Siapakah manusia sehingga Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi begitu mengasihinya ?
Bukankah mereka hanyalah debu dan abu ?
Bukankah jika Tuhan mau, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan manusia dan membuat yang lebih baik ?
Aku rasa hal itu tidak sulit untuk Tuhan, bukankah Ia menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan saja ?
Hal seperti ini sangat sulit untuk diterima, mengapa Tuhan sampai sedemikian dalam mengasihi manusia ?
Aku memberanikan diriku, aku bertanya lagi kepada Tuhan,
“ Tuhan, sungguhkan Engkau mengasihi manusia ? “
Tuhan tersenyum, dan Ia berkata,
“ Sangat, Aku sangat mengasihi manusia. Jika tidak, Aku tidak akan mengutus Anak-Ku Yesus untuk mati bagi mereka. Sekalipun mereka sekarang jauh dari-Ku, Aku sangat rindu mereka kembali kepada-Ku. Karena mereka adalah anak-anak-Ku terkasih. “
Mendengar jawaban Tuhan aku tersenyum.
Aku mengerti kenapa Tuhan tetap mengasihi manusia…., Tuhan memiliki kasih yang tidak bersyarat !
Tiba-tiba terdengar suara dari bumi. Suara yang perlahan dan terdengar sedih, tapi suara itu tetap menarik perhatian Tuhan.
“ Tuhan, aku tahu aku seringkali melukai hatiMu. Aku sering jatuh bangun dalam dosa. Aku kadang merasa benci dan jijik terhadap diriku sendiri, karena dosa-dosa yang aku perbuat. Tapi aku percaya, darah Yesus menebus aku seluruhnya dan sepenuhnya. Aku tahu aku adalah ciptaan baru sekarang. Aku percaya Tuhan mengasihi aku sebagaimana adanya aku. Ampuni aku Tuhan, aku benci dosa-dosaku. Aku ingin hidupku menyenangkanMu, aku mengasihiMu Tuhan. “
Saat doa itu diucapkan, aku melihat senyum di wajah Tuhan berubah menjadi tawa sukacita, Ia sangat bahagia, karena saat itu, ada satu anakNya yang terhilang kembali kepadaNya, dan ia berkata kepada para malaikat,
“ Bersukacita dan bergembiralah, karena anak-Ku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali. “
Teman, aku tidak tahu dosa apa yang telah engkau perbuat, aku tidak tahu berapa lama engkau tinggal dalam dosa. Tapi satu hal yang aku tahu, Bapa di Surga sangat mengasihimu, dan tangan-Nya terbuka menunggumu pulang. Kembalilah, jangan biarkan Ia menunggu terlalu lama karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Yesus mengasihimu !
e premte
Hee Ah Lee, pianis muda bertangan 4
Membesarkan putri yang dikaruniai empat jari, bukan hal mudah bagi Woo Kap Sun (50) namun, ketabahan Dan kesabarannya, kini membuahkan hasil. Putrinya, Hee Ah Lee (21), tumbuh menjadi pianis kondang di
Suara lengkingan tembang My Way milik Frank Sinatra bergema di lounge sebuah hotel berbintang di
Berbagai nomor dari pianis kondang seperti Chopin, Bethoven, Dan Mozart telah dikuasainya. Pianis yang telah diangkat sebagai warga kehormatan
Dia juga pernah pentas bersama pianis kondang Richard Clayderman di Gedung Putih,
Memiliki seorang anak adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku, Hari itu, 9 Juli 1985 di Seoul (Korea), aku melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Cantik bagiku tetapi tidak bagi keluargaku, bayiku terlahir cacat! Dia hanya mempunyai empat jari tangan yang dalam istilah ke-dokteran disebut lobster claw syndrome Dan kedua kakinya hanya sebatas lutut. Tak hanya itu, dia juga mengalami keterbelakangan mental!
Saat masih dalam kandungan, aku sudah tahu anakku akan terlahir cacat, mungkin ini disebabkan selama mengandung aku banyak minum obat. Saat itu, keluarga besar melarang aku melahirkan anak itu. Aku tidak bisa, bagaimanapun juga, ini anakku, darah dagingku sendiri Dan tidak mungkin aku gugurkan.
Aku pun melahirkan anak ini tanpa adanya dukungan dari keluarga. Saat anak ini lahir, keluarga menganggapnya suatu aib Dan memintaku agar menyerahkan anak itu ke panti asuhan tetapi aku tetap mempertahankan bayi ini.
Aku menamakan buah hatiku Hee Ah Lee. Hee berarti sukacita Dan Ah adalah tunas pohon yang terus tumbuh sedangkan Lee merupakan nama keluarga. Jadi, harapanku, Hee Ah Lee berarti sukacita yang terus tumbuh seperti tunas pohon.
DIDIDIK LIMA GURU.
Saat umur Hee Ah menginjak tujuh tahun, tangannya masih belum bisa berfungsi. Memegang pensil pun tak bisa. Aku menggunakan piano kecil kami di rumah untuk melatih tangan Hee Ah. Tidak mudah mengajarinya main piano, kaki Hee Ah tak bisa menginjak pedal piano. Karena itu, pedal piano harus ditinggikan agar bisa diinjak. Apalagi, bermain piano,
Aku membantu Hee Ah memindah-mindahkan tangannya Dan memberi tahu perpindahan nada. Aku perlihatkan juga partiturnya. Saya perkenalkan nada-nada... ...do.... ...re.... ...MI.... ..
Hee Ah juga didampingi guru. Jou Mi Kyung merupakan guru pertamanya. Dialah guru yang paling berkesan bagi aku Dan Hee Ah. Guru inilah yang mengajari Hee Ah dasar-dasar bermain piano. Jou juga memperlakukan Hee Ah sebagai layaknya orang yang bermain dengan 10 jari. Tak hanya itu, Jou juga memberi sebuah grand piano pada Hee Ah. Aku Dan Hee Ah tak bisa melupakan guru yang satu ini.
Guru kedua Hee Ah bernama Kim Kyung Ok. Kim yang seorang dosen di sebuah universitas yang mengajari nada-nada. Lalu, Han Je Hi merupakan guru ketiga Hee Ah.
Dari Han, Hee Ah belajar bagaimana bermain piano dengan perasaan Dan pikiran. Bermain piano bukan hanya berarti sentuhan jari saja melainkan juga harus dengan perasaan bagi orang yang mengerti permainan piano, lagu yang dimainkan dengan indah jika tidak dimainkan dengan perasaan, akan terdengar tidak indah.
Guru keempat Hee Ah adalah Lee Sin Hyang. Saat belajar bersama Lee, Hee Ah sudah dikenal masyarakat. Lewat Lee, Hee Ah belajar bernyanyi. (Saat manggung, Hee Ah kadang tak hanya bermain piano melainkan juga bernyanyi Dan tak jarang, dia duet dengan artis lain.)
Guru kelimanya bernama Om Gi Hwan. Dia adalah seorang pencipta lagu Dan hingga kini menjadi guru Hee. Ya, Hee Ah sekarang juga belajar bikin lagu. Berkat kelima gurunya itulah Hee Ah bisa menjadi seperti sekarang.
SEMPAT NGAMBEK MAIN PIANO.
Kehidupan Woo tak mudah. Selain mengurus Hee Ah, dia juga harus merawat suaminya yang veteran tentara
Aku bekerja sebagai perawat di rumah sakit tempat aku melahirkan Hee Ah. Disiang Hari, aku merawat Hee Ah Dan suami. Malamnya, aku berangkat bersama-sama Hee Ah ke rumah sakit. Saat aku bekerja, Hee Ah main piano disampingku. Kebetulan,
Papa Hee Ah memang ingin bisa menyetir agar bisa mengajari teman-temannya yang cacat seperti dirinya. Ya, meski papa Hee Ah setengah lumpuh, dia tetap berusaha beraktivitas seperti orang kebanyakan. Papa Hee Ah pintar berenang Dan main tenis meja. Dia bahkan pernah dapat piagam penghargaan. Hee Ah pun kadang ikut papanya main tenis meja.
Belum selesai satu cobaan, cobaan lain datang. Aku ingat masa-masa dimana keluarga kami terkena sakit parah. Saat itu, Hee Ah berumur 14 tahun. Lutut Hee Ah luka dan terserang penyakit. Luka itu disebabkan Hee Ah terlalu sering berjalan dengan lutut. Maklum, Hee Ah yang tak punya kaki harus berjalan menggunakan lututnya. Hee ah masuk rumah sakit. Dia harus dioperasi.
Saat Hee Ah sedang sakit, papanya juga sakit parah. Aku pun tak luput dari penyakit. Aku terkena kanker payudara. Mungkin ini akibat kecapekan Dan stres tiada henti. Parahnya, Hee Ah mogok tak mau main piano. Aku sedih sekali.
Namun, aku sadar, Hee Ah sedang dalam masa puber. Mungkin dia sedang banyak pikiran. Hee Ah pun harus sampai masuk rumah sakit jiwa. Tetapi apa kata para dokter? Mereka bilang, satu-satunya solusi adalah Hee Ah harus tetap main piano. Akhirnya, saya bertekad untuk mengajari Hee Ah main piano dari awal lagi.
Aku berusaha mengembalikan rasa percaya diri Hee Ah. Aku berkata, "Kalau kamu berhenti dari sekarang, tidak ada orang yang akan memandang kamu. Kamu pun tidak akan percaya diri. Tuhan akan membantu dan berada disamping kamu. Karena kekurangan jari, kamu mungkin tidak seperti orang kebanyakan. Tetapi karena kamu punya kekurangan, Tuhan pun pasti akan lebih memberi."
Sambil bercanda, aku juga katakan padanya agar lebih fokus main piano "Jangan lihat-lihat cowok. Setelah kamu benar-benar sukses, cowok mana pun pasti akan mengejarmu."
TAK TAKUT "TINGGALKAN" HEE AH.
Saat karier Hee Ah mulai menanjak, kesedihan kembali melanda keluarga kami.
Papa Hee Ah menghadap Yang Kuasa. Demi mengurus semua keperluan Hee Ah, aku terpaksa berhenti dari pekerjaan. Aku akan selalu bertekad membuat Hee Ah bahagia.
Melihat Hee Ah seperti sekarang ini rasanya tak terucapkan dengan kata-kata. Aku benar-benar merasa bahagia dan bangga punya anak seperti Hee Ah. Aku lebih senang lagi karena dia bisa jadi contoh bagi anak-anak yang punya cacat fisik. Hee Ah ibarat biji yang menanam untuk orang lain supaya bisa mendidik orang seperti dia.
Jika nanti saya sudah tidak ada, saya yakin pasti ada orang yang lebih sayang padanya. Kalau bisa, sebelum saya meninggal, Hee Ah telah menemukan pasangan yang benar-benar bisa melindungi dan mencintainya setulus hati agar dia bisa hidup bahagia sebagai pengganti seorang Mama.
Rasa bangga dan bahagia tampak jelas di raut wajah Woo. Bagaimana tidak, berkat didikannya, Hee Ah bisa dengan mudah memegang sendok dan sumpit. Kini, Woo yang telah sembuh dari kanker payudara senantiasa setia menemani sang putri tur keliling dunia. He Ah memang telah membuktikan dirinya bisa berprestasi berkat ketekunannya. Ya, seperti lirik My Way yang dilantunkannya siang itu: I faced it all and I stood tall and I did it my way......... .
Pesan RB:
Sungguh luar biasa cobaan yang dihadapi seorang Ibu yang bernama Woo Kap Sun dan melalui ber-bagai macam penderitaan yang dialaminya akhirnya dia keluar sebagai pemenang, berhasil melalui cobaan yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupannya!
Seorang Ibu yang tidak mau menggugurkan kandungannya karena takut akan Tuhan, mempunyai komitmen u/ membesarkan sorang anak yg cacat, terkebelakang secara mental, merawat seorang suami yg cacat akibat perang dan lagi dia sendiri menderita kanker payudara.
Hanya karena Kasih Tuhan Yesus maka Ibu Woo Kap Sun bisa dan mampu menghadapai semua cobaan itu dan bukan sebaliknya lari dari kenyataan hidup.
Pesan yg saya dapat dari cerita diatas adalah betapa besar Iman dan pengharapan dari Ibu Woo yang percaya akan janji2 Tuhan dalam hidupnya, bahwa Yesus adalah Tuhan yg hidup yang tidak akan pernah mengingkari atas setiap janji2 Nya!
Demikianlah juga seharusnya kita bersikap, adakah engkau mempercayai akan janji2 Tuhan dalam hidupmu seperti Ibu Woo diatas disaat ber-bagai2 macam cobaan datang silih berganti dalam hidupmu? hanya anda sendiri yang bisa menjawabnya. .....Tuhan Yesus memberkati.
e martë
Tuhan turut bekerja dalam segala hal
berangkatlah ia. Karena begitu beratnya
Sampai suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu. Pikir pengembara itu " Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka.
Tapi aku harus melanjutkan perjalanan ini. " Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu. Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati " Betapa hebatnya aku. Semak belukarpun tak mampu menghalangi aku . "
Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu.
Pikir pengembara itu untuk kedua kalinya " Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka. Tapi aku tetap harus melewatinya. " Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu berjalan.
Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja. Sekali lagi ia berkata dalam hati : " Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi jalanku. "
Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya.
Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati nya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga kalinya : " Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya. "
Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah.
" Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku. "
Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia meihat pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya. Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat
menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya. Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : " Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangn yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah
engkau sebenarnya ? "
Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : " Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini,
mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini.
Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek kulitmu.
Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak tertusuk.
Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah.
Ingatkah engkau kembali padaKU ?" Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu. Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan darahNya untuk suatu
kebahagiaan.
Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita. Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di
Dan sekali lagi, Tuhan harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?
e shtunë
KEJUJURAN

Suatu kebiasaan umum dalam masyarakat dalam usaha untuk membenarkan, menguatkan atau menjamin kemurnian suatu pernyataan atau perkataan seseorang, ialah bersumpah. Walaupun ungkapan-ungkapan yang digunakan berbeda-beda, namun hakekatnya sama.
Sang Yesus Kristus dalam kotbah di bukit menegur umat Yahudi mengenai ini. Dalam ajaran Agama mereka dilarang bersumpah palsu. Tetapi Yesus melangkah lebih jauh dengan mengatakan jangan sekali-kali bersumpah. Yang utama adalah kejujuran. Berkata sang Kristus demikian :
“Jika Ya, hendaklah kamu katakan: Ya!, Jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si Jahat” 1)
Perkataan seorang yang jujur tidak membutuhkan backing dari siapapun. Sebaliknya, walaupun didukung dengan sumpah yang betapa hebatnya sekalipun, siapakah yang dapat sepenuhnya mempercayai seseorang yang kehidupannya tidak beralaskan ketulusan yang bersih?
Kehidupan masyarakat yang makin pelik sekarang ini, dengan segala kelicikan dan tipu muslihat yang sukar dibuktikan menggugah kita untuk menemukan kembali salah satu landasan yang dapat menata kehidupan yang lebih serasi dan selaras, yaitu KEJUJURAN. Kejujuran dan ketulusan atau keikhlasan adalah prinsip hidup yang akan mampu mendukung suatu masyarakat ke arah keserasian dan kedamaian yang lestari.
Yesus melihat kemunafikan sebagai utusan utama bagi kehidupan agama dan moral. Demikian pula Rasul Paulus umpamanya melihat salah satu tanda pokok yang memperlihatkan kehidupan baru orang beriman, adalah sifat kejujuran.
Berucaplah sang Rasul a.l. demikian : “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain” 2) tanpa kejujuran, maka segala bentuk kebajikan akan tidak punya makna lagi. Dalam ajaran kepercayaan Kristen, kita mengetahui bahwa Kasih adalah kualitas yang paling unggul bagi kehidupan kristiani. Namun itupun menuntut ketulusan, seperti diutarakan oleh Rasul : “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura” 3). Kasih yang tidak tulus lebih parah daripada sama sekali tidak mengasihi.
Kejujuran adalah esensi keberanian moral seperti yang telah diperagakan dalam keseluruhan hidup sang Yesus sendiri, walaupun yang dipertaruhkan adalah jiwanya sendiri. Bila kita lihat keadaan Jemaat Kristen mula-mula, maka yang sangat mengesahkan masyarakat sejaman waktu itu, bukankah terutama pola hidup kasih sayang yang mereka peragakan, melainkan juga integritas kehidupan berjemaat itu sendiri. Kita ingat betapa para sahid sebenarnya dapat saja terhindar dari kematian hanya dengan sedikit bersikap munafik, setidak-tidaknya untuk beberapa detik saja. Namun mereka bertahan dalam sikap : “Ya adalah Ya, dan Tidak adalah Tidak!”
Cukup menarik untuk diperhatikan, bagaimanan proses terjadinya transformasi dalam pengertian sahid, yang dalam bahasa asingnya disebut martyr. Kata ini pada mulanya berasal dari kata yang bermakna bersaksi (maryerin), yang kemudian justru karena kesaksian yang tulus dan penuh kejujuran itu menyebabkan orang percaya itu harus membayar mahal dengan jiwa mereka sendiri. Sehingga kemudian mereka disebut Martyr.
Semua orang mengetahui bahwa lawan kejujuran adalah kebohongan dan kepalsuan. Pernah seorang ahli kriminologi di Amerika Serikat menyatakan bahwa kepalsuan dan pemalsuan adalah praktek-praktek kriminal yang paling luas di negara itu. Praktek tersebut bukan hanya didapati di kalangan para gangster di lingkungan yang dikenal dengan istilah “underworld”, tetapi juga terdapat di kalangan dunia bisnis yang terhormat.
Di zaman kita sekarang ini tambah terasa betapa orangmakin tidak mampu lagi mempercayai satu sama lain. Semua pada bertanya, sampai di mana kita bisa mempercayai kejujuran di kalangan pers, para pengiklan, kaum politisi, para ahli hukum, para penegak keadilan dan penjaga hukum, malah sampai-sampai kesangsian itu juga terarah kepada para ulama dan ahli agama. Sehingga kadang-kadang terdengar semacam keluhan : “Siapa lagi yang dapat kita percaya?”
Masalah yang kita hadapi ialah : apakah kita masa kini menjadi semakin tidak jujur? Padahal semua meyakini bahwa struktur suatu masyarakat dapat dipertahankan bila terdapat sikap saling mempercayai. Sedangkan dalam kenyataan yang sering kita alami, justru dalam banyak peristiwa dalam hubungan-hubungan bisnis atau hubungan sosial lainnya segala-galanya dirasakan kurang meyakinkan dan selalu ada rasa curiga.
Dunia yang bertambah modern dengan segala kemampuan teknologi yang begitu mengherankan, telah berhasil menyulap segala sesuatu menjadi hal yang menarik, tetapi telah kehilangan keaslian dan kesejatiannya. Lihat saja bunga-bunga plastik yang indah dan menawan dengan bangganya dipajangkan untuk mempercantik ruangan. Namun semuanya palsu, tidak asli, tidak otentik lagi. Apakah juga sifat-sifat ketulusan dan kejujuran insan-insan modern juga kejangkitan wabah plastik ini sehingga semuanya dipolosi oleh kepura-puraan? Apakah juga Kasih yang dikumandangkan oleh insan kristiani adalah kasih yang pura-pura?
Tidak jarang saya mendengar keluhan orang yang mengatakan atau mempertanyakan tentang integritas orang Kristen sekarang ini. Apakah masih ada orang yang menerima perkataan “Ya” atau “Tidak” dari seorang kristen itu, tanpa memerlukan garansi lainnya, hanya karena mereka yakin bahwa ia adalah seorang yang jujur sepanjang hidupnya, dan bukan hanya bergantung pada sikon saja?
Pertanyaan tadi mebuat kita prihatin atas prinsip-prinsip kehidupan kita masa kini.
Referensi :
1) Matius 5:37
2) Efesus 4:25
3) Roma 8:9
Dari Berbagai Sumber
e martë
Seruan Seorang Anak Kristen
Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen yang sederhana dan mengenal akan Tuhan. Kalau saya boleh bercerita tentang keluarga saya, saya hanyalah seorang anak pegawai negeri sipil, seorang guru SD di kota kecil. Tapi saya sangat bersyukur kepada Tuhan, walaupun begitu saya sekarang masih bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah, dibandingkan dengan teman sebaya saya yang kurang mampu dan harus putus sekolah. Tapi walaupun begitu keluarga saya selalu tidak kekurangan, Tuhan selalu bantu dalam segala hal, dan saya tahu Tuhan yang selalu berkarya dalam hidup saya dan keluarga saya. Saya mulai mengenal banyak sifat dan banyak karakter yang unik dan bermacam-macam ketika bergaul dengan lingkungan sekitar, terutama waktu saya berada di bangku sekolah.
Internet adalah salah satu media bagi saya untuk mengenal teman-teman saya. Saya mengenal internet sejak diajari membuat surat elektronik atau email oleh teman saya. Saya tergerak untuk membuat website ini untuk berbagi berkat dengan orang lain. Bagi orang lain yang belum tahu tentang siapa itu Kristus Yesus? Tuhan yang sangat baik kepada saya. Dan saya yakin, Tuhan Yesus tidak akan habis-habisnya bila kita hanya bahas dengan tulisan, tetapi lebih baik bila kita bisa mengetahui dan mengenal akan Dia.
Mohon maaf sebelumnya, apabila ada tulisan saya yang kurang berkenan, terutama yang menyangkut SARA. Tetapi saya hanya menyampaikan hal yang sebenarnya yang sudah ada sebelum blog ini saya buat.
Semenjak saya dibabptis dan mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, saya sudah lahir baru, tetapi terkadang juga saya jatuh tersungkur dan tersandung batu. Melalui jalan yang terjal dan sempit. Tapi pertolongan Tuhan selalu datang tepat pada waktunya, mungkin tidak bisa kita pikir secara logika, Allahku sungguh dahsyat!
”Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” (II Timotius 1:6-8). Saya tetap tidak minder sebagai anak Kristen.
Membawa panji Tuhan Yesus dan mengikut Tuhan tidaklah semudah yang kita bayangkan, semuanya harus kita bayar. Tidak jarang saya dicemooh sebagai orang kafir atau dikucilkan waktu di sekolah, maklum saja saya minoritas di sekolah, atau hal-hal jelek lainnya. Walaupun sebenarnya negara kita ini berdasarkan Pancasila, atau ada toleransi tapi terkadang pada prakteknya ada diskriminasi yang nyata.
Mungkin bagi Anda yang sekarang mengikut Tuhan dan merasa dikucilkan karena Tuhan, janganlah putus asa. Seperti yang terjadi pada murid-murid Tuhan ketika mereka dipanggil dan diutus untuk mengabarkan Injil. ”Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 10:22). Diulangi lagi pada Matius 24:8-10, ”Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci”.
Diulang lagi pada : Markus 13:13, Lukas 21:17, Kisah Para Rasul 5:41, Roma 8:17, II Korintus 1:6, Yohanes 16:33, Filipi 1:29, II Timotius 3:12, II Timotius 4:5, I Petrus 4:16.
Maka dari itu saudara-saudaraku yang terkasih, kuatkanlah imanmu dalam pengharapan akan Kristus. Tuhan selalu mendengar doa anak-anakNya.
Saya juga mau mengomentari atas pengeboman gereja, pembunuhan orang-orang Kristen karena kami dianggap kafir, ataupun kami dibenci dalam lingkungan masyarakat, teroris yang tidak berkesudahan. Saya tahu Tuhan punya rencana atas semuanya, dan pembalasan itu bukanlah hak saya! Tuhan yang punya hak untuk itu.
Saya hanya mau menyoroti doktrin kaum bidat yang diajarkan oleh oknum-oknum yang ada dan mungkin malah menjadi kurikulum di sekolah kita, atau di pondok-pondok pesantren yang ada. Indonesia adalah negara miskin yang sedang berkembang. Negara yang besar dengan kenekaragaman multi etnis dan budaya. Tetapi hal itu juga bisa menjadi bumerang apabila tidak ada kerukunan di dalamnya.
Saya sangat prihatin dengan pembunuhan yang ada di poso, di ambon, dan lain tempat dengan adanya doktrin kalau orang Kristen adalah kafir. Atau pengeboman gereja karena rasa iri warga setempat akan bangunan yang lebih bagus atau pengikut Tuhan yang lebih banyak. Mereka takut merasa tersaingi!
Kebanyakan para pelaku di lapangan adalah orang-orang yang telah dicekoki dengan doktrin-doktrin mati sahid atau berperang jihad, atau hal semacam itu sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah orang-orang desa yang kurang akan pendidikan akan agama lain dan hanya mengikuti perintah para pemimpin agama yang mereka anggap melebihi seperti Tuhan. Otak utama dari suatu tindakan teroris semacam ini menyembunyikan kebenaran dan sesuatu yang indah dari anak buahnya, mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri. Mereka pun tidak tahu apa akibat dan resiko dari yang telah mereka perbuat. Membunuh orang atau mengebom gereja atas nama Tuhan .... Siapakah yang membenarkan hal seperti itu? Berarti mereka sendiri telah menghina Tuhan sendiri dalam perbuatannya. Dan hal itu tidak dapat dibenarkan dari segi manapun. Semuanya sama di mata Tuhan.
Saya sebagai anak Kristen juga ikut merasakan saudara-saudara yang menjadi korban dalam peristiwa itu secara tidak langsung. Apakah kekerasan itu memecahkan masalah? Kekerasan yang terjadi akan menciptakan kekerasan baru yang lebih banyak dan lebih hebat.
Saya juga menyayangkan pada orang-orang yang tidak senang apabila kita sebagai umat Kristen tidak boleh mengadakan kebaktian di dalam rumah kita sendiri. Pernah terjadi sebelumnya di berbagai tempat, saat semua jemaat sedang mengadakan ibadah, tiba-tiba ada sekelompok orang yang tidak dikenal yang menamakan pembela xxxx menghentikan ibadah itu hanya dengan alasan hal ini dilarang dan mengganggu warga sekitar.
Padahal sebelumnya, pemilik rumah sudah minta ijin pada ketua kampung setempat dan beribadah adalah hal yang mutlak dalam suatu agama. Saling mengunjungi antar anggota jemaat dan mengadakan pertemuan untuk membahas firman dalam Alkitab dan mendiskusikannya, hal itu malah dituduh mengadakan pertemuan terselubung??? Pernyataan apa seperti itu! Sungguh tak masuk diakal!
Padahal kenyataannya dalam negara ini ada pilih kasih yang sangat mencolok, salah satunya dalam pembangunan gereja yang selalu dipersulit atau dihalang-halangi. Walaupun tanah dan syarat-syarat yang lain sudah ada, kadangkala birokrasi atau orang-orang yang tidak senang menunda atau bahkan tidak menyetujui pembangunan gereja.
Tapi lihat sendiri ketika orang lain yang membangun mushola atau mesjid dengan sangat mudahnya, ada pula yang sambil minta sumbangan di tengah jalan atau ke rumah-rumah tapi kadangkala juga tidak jelas tujuannya. Sederhana saja, saya tidak melihat adanya keadilan dalam hal ini! Andapun pasti setuju dengan saya.
Tapi kita sebagai umat Kristen percaya, semua itu Tuhan punya rencana tersendiri. Dan pembalasan atas hal-hal yang kurang baik kepada anak-anakNya adalah hak Bapa sendiri. Kita tidak boleh membalas yang jahat dengan hal yang serupa. Tetapi doakanlah orang itu, supaya mereka sadar dan tahu kesalahan yang telah mereka perbuat.
Seperti yang difirmankan Tuhan Allah kepada Musa, ”Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka” (Keluaran 32:34). Nabi Yesaya pun berkata, ”Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"(Yesaya 35:4). Dan hal itu banyak tertulis dalam kisah-kisah lain di perjanjian lama, dimana Tuhan menyertai umatnya yang diserang oleh musuh dan dianiaya karena Dia. Hal itu diulangi kembali pada Perjanjian Baru.
Pada Roma 12:19, ”Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan”. Serta pada Ibrani 10:29-30, ”Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya." ”.
Kiranya kita sebagai umat Kristen selalu sabar dan bisa berpikir jernih dalam menyikapi hal ini. Saya rasa, banyak orang akan bisa menilai dengan sendirinya mana yang betul dan mana yang merupakan perbuatan anarki dan merusak citra perdamaian yang ada sejak dulu di indonesia. Hal itu dibutuhkan kesadaran dari semua pihak yang terkait. Bagaimanapun apabila kedamaian itu bisa terwujud, maka kasih Tuhan yang indah bisa nyata dalam dunia ini. Dan saya harap tulisan saya ini bisa menjadi kritik sosial bagi orang lain atau bahkan kita sendiri yang belum dengan sepenuhnya menciptakan suasana damai dalam lingkungan kita.
Kiranya Tuhan Yesus selalu memberi berkat dan anugerahnya pada kita semua. Shalom.
e premte
Semut
Suatu hari Raja Daud mengajak Salomo anaknya menemaninya berjalan-jalan di taman istana. Setelah letih berkeliling duduklah dia di bawah sebuah pohon rindang. Dilihatnya Salomo sedang asik memandangi sesuatu. Rasa penasaran Daud mendorongnya untuk menghampiri Salomo. "Anak ku apa yang sedang engkau lihat?" tanya sang ayah.
Suatu hari Raja Daud mengajak Salomo anaknya menemaninya berjalan-jalan di taman istana. Setelah letih berkeliling duduklah dia di bawah sebuah pohon rindang. Dilihatnya Salomo sedang asik memandangi sesuatu. Rasa penasaran Daud mendorongnya untuk menghampiri Salomo. "Anak ku apa yang sedang engkau lihat?" tanya sang ayah.
"Oh lihatlah ayah sekawanan semut itu, mereka begitu sibuk mengangkat daun menuju sarang. Untuk apa sebenarnya daun-daun itu?" tanya Salomo kepada ayahnya.
"Daun itu adalah makannya, anakku. Ini adalah musim dimana mereka biasa mengumpulkan makanan, untuk bekal ketika salju mulai turun menutupi bumi." Jawab Daud.
"Lihatlah mereka begitu kecil tapi sanggup mengangkat daun yang begitu besar, bahkan jauh lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Ternyata semut tidak selemah yang aku kira selama ini." Sambung Salomo. Dia tampak begitu heran dan kagum dengan pemandangan yang sedang dilihatnya.
"Yah itulah Kuasa Tuhan, bahkan binatang yang paling lemah diberikan Tuhan kekuatan melebihi yang lain. Tuhan itu adil. tahukah kamu anakku, semut yang kecil ini sanggup mengangkat beban yang bahkan 10 kali lebih berat dari tubuhnya. Seekor gajah yang paling besarpun tidk akan sanggup menandingi kekuatan seekor semut. Anakku, jangan pernah sekalipun engkau meremehkan mereka yang tampak lemah. Belajarlah dari semut! Jika engkau nanti menjadi seorang raja". Jawab Raja Daud.
"Engkau tahu berapa lama mereka akan mengangkat makanan-makanan itu?" tanya Raja.
"Entah ayah, mungkin sampai nanti sore". Jawab Salomo.
"Tidak nak, tidak seperti itu. Mereka akan terus bekerja mengumpulkan makanan hingga musim dingin tiba. Lihatlah bagaimana mereka bekerja! Mereka seakan tidak pernah lelah. Tidak ada yang diam, tidak ada yang tampak sedang asik bersantai bukan?" sambung Raja Daud.
"Ya, ayah benar. Mereka semua bekerja! Tapi Ayah, mungkinkah karena mereka takut akan dihukum jika tidak bekerja? mungkin ada yang sedang mengawasi mereka bekerja." Salomo mencoba mengajukan argumennya.
"Tidak, tidak ada yang mengawasi, semut bukan budak dari siapapun. Semut hanya memiliki seorang ratu yang bertugas melahirkan para semut, sedangkan sebagian besar semut adalah jenis pekerja dan sisannya adalah semut prajurit yang bertugas menjaga koloni dan ratu mereka. Tapi tidak untuk mengontrol para pekerja." Jawab Raja Daud.
"Anak ku, jika engkau mau merenungkannya, engkau bisa belajar banyak dari kehidupan para semut." Sambung Raja Daud.
"Apakah itu ayah, katakanlah supaya aku ini mengert." Pinta Salomo.
"Baiklah, supaya engkau tahu, semut adalah binatang yang bijaksana, yang menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada masannya. Mereka menyadari ada waktu untuk mengumpulkan dan bekerja serta ada waktu untuk beristirahat. Ketika masa untuk bekerja datang, mereka akan menggunakannya untuk mengumpulkan bekal makanan. tak satupun dari mereka yang berusaha mencuri waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Karena mereka sadar ketika musim dingin tiba, mereka akan dapat beristirahat di dalam sarangnya yang hangat, semua beristirahat, tidak ada yang bekerja. Mereka makan dan minum, berpesta sambil menanti datangnya musim semi."
"Yang kedua, sebagai semut, mereka tahu bagaimana hidup dalam bersama dalam komunitasnya. Setiap semut paham akan tugas dan perannya masing masing. Mereka menjalankan tugasnya dengan setia. Mereka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu didikte. Mereka tetap bekerja tanpa perlu diawasi. Tiap-tiap semut akan melakukan tugasnya dengan sukarela dan sungguh-sungguh. Yang satu tidak iri dengan yang lain. Selain rajin, semut adalah binatang yang memiliki integritas tinggi."
"Anakku jika engkau nanti menjadi seorang raja yang akan memimpin bangsamu, ajaklah rakyatmu belajar dari para semut." Sambung Sang Daud.
Tak terasa hari semakin siang. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Digandengnya tangan Salomo. "anak ku sudah saatnya untuk pulang. Masih cukup waktu untuk kamu bisa merenungkannya nanti."
Ya masih banyak waktu bagi kita untuk merenungkan, betapa tidak sempurnanya kita sebagai manusia, hingga masih harus belajar dari para semut.
Jawaban Tuhan
Migrasi Ke Surga
Persiapan2 untuk akomodasi kelas utama telah dibuat sebelumnya. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal... Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2)
Paspor
Mereka yang hendak masuk tidak diijinkan lewat pintu gerbang tanpa identitas yang jelas dan nama terdaftar pada Pejabat Berwenang yang berkuasa. Tetapi tidak akan masuk kedalamnya sesuatu yang najis.....tetapi hanya mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba itu (Wahyu 21:27)
Waktu Keberangkatan
Tanggal tepatnya tidak diumumkan. Penumpang dinasihatkan untuk siap sedia berangkat dalam waktu singkat. Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya (Kis 1:7)
Tiket
Tiket anda adalah jaminan tertulis yang memberi jaminan perjalanan anda. Harus diklaim dan janji2nya dipegang teguh. Barang siapa mendengar perkataan Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai kehidupan yang kekal dan tidak turut dihukum. Sebab ia
sudah pindah dari maut kedalam hidup (Yoh 5:24)
Pabean
Hanya satu deklarasi yang diperlukan ketika melewati kepabeaan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan (Rom 10:9)
Imigrasi
Seluruh penumpang digolongkan sebagai imigran karena merasa akan mulai tinggal tetap di Negara baru, jumlah tidak dibatasi.Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi...karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka (Ibrani 11:16)
Barang-barang Bagasi
Tidak ada satupun barang yang dapat dibawa. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa2 keluar (1 Tim 6:7)
Jalur Udara
Penumpang akan diberangkatkan langsung lewat udara dinasihatkan untuk berjaga-jaga setiap hari karena ada indikasi keberangkatan mendadak. Kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama lamanya bersama sama dengan Tuhan (1Tes 4:17)
Adakah yang mendoakan kita
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".
Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan airmata di pipi mereka".
Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan,aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya. Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!
Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku,kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?" Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini,itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".
Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.
Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... sebaliknya perbanyaklah berbuat baik & berdoa buat orang lain.
Memberi
Bagi beberapa orang yang berkecukupanpun bisa tidak sejahtera saat memberi, terlebih lagi bagi yang berkehidupan sederhana dan dibawahnya. Bahkan ada anggapan permintaan persembahan tambahan sebagai sarana mengambil keuntungan bagi gereja meskipun pada dasarnya keengganan memberi persembahanlah yang menjadi alasan utama. Tuhan tidak pernah memaksa seseorang untuk memberi persembahan ini, persembahan dilakukan secara sukarela dan bila tidak memberi juga tidak menjadi masalah. Tuhan tahu setiap orang pernah memberi persembahan meskipun tidak selalu. Tuhan juga tahu faktor keuangan yang membuat seseorang tidak memberi. Jadi bila tidak dapat memberi kenapa harus marah atau menyalahkan gereja atau pengurus atau Tuhan!
Tuhan melihat hati saat seseorang memberi persembahan dan jumlah merupakan masalah berikutnya. Jangan sampai tidak memberi persembahan tambahan dijadikan alasan tidak mengikuti kebaktian mingguan. Allah mengharapkan pujian dari hati kita terdalam kepadaNya serta kerinduan hati untuk mendengar firmanNya setiap minggu lebih dari memberikan persembahan tambahan.
Tahukah saudara ada seorang yang belajar memberi persembahan ini dengan setia dan dikemudian hari ia mendapat julukan “si Murah Hati “. Bila saudara ingin belajar menjadi orang yang murah hati, belajarlah dari Erik.
Erik diberi cap orang yang paling murah hati . Kehidupannya sederhana tetapi Erik selalu memberi bantuan bila ada sesiapa mengalami kemalangan. Dia juga termasuk salah satu dari jemaat yang selalu memberi persembahan tambahan di gereja. Banyak yang menganggap Erik seorang yang sangat berkecukupan meskipun tidak demikian kenyatannya.
Semua orang sepakat, saat ada sumbangan baik untuk gereja, orang sakit, kematian atau kecelakaan apa saja, ia pasti memberi jumlah yang bagi kebanyakan orang didaerahnya cukup banyak. Teman-temannya pernah melihatnya memberi sumbangan kebakaran yang diminta secara spontan saat ia naik kenderaan umum. Cukup banyak dalam arti bisa untuk makan dua atau tiga kali dalam satu hari dan selalu lebih besar dari yang diberikan teman-temannya.
Raut wajah tidak menunjukkan kekesalan atau rasa marah saat memberi. Rautnya wajar-wajar saja ketika mengeluarkan dompet dan memberikan uang sumbangan. Semuanya dilakukan secara alami tanpa paksaan. Inilah alasan mengapa ia diberi julukan banyak duit , murah hati dan sekaligus membuat teman-temannya terheran-heran terhadap tindakannya. Nama Erik tidak pernah tertulis sebagai pemberi sumbangan kecuali teman-temannya membuat daftar nama sumbangan kolektif.
Pernah teman-temannya mentertawakannya. Ada tiga kasus kematian orang tua karyawan dan semua karyawan diminta menyumbang seribu rupiah perkepala. Pengumpul dana meminta sumbangan kepadanya, ia mengeluarkan tiga lembar uang sepuluh ribuan dan berkata,” Ini uang sumbangan dukacita untuk teman-teman kita ”, secara spontan disertai wajah polos. Semua rekan-rekannya terkejut dan sebagian lagi tertawa. Erik bingung dan berkata , “ Ada yang salah?” . Temannya menjelaskan hanya dipungut tiga ribu rupiah saja dan Erik kembali berkata dengan polos ,”Kalau sepuluh ribu rupiah saya beri ngak salah, kan?” . Kembali temannya tersenyum dan menerima uang itu.
Satu hari seorang temannya melihat ia memberi sumbangan kemudian menyindirnya dengan mengatakan,”Kamu bisa menyumbang karena banyak uang sedangkan kami makan saja tidak cukup!”. Erik tertegun sejenak dan kemudian berkata,” Untuk memberi sumbangan yang diperlukan hati yang rela memberi”.
Kemudian Erik bercerita awal ia belajar memberi. Enam tahun lalu Erik selalu marah ketika kebaktian mingguan sedang berlangsung. Perasaan was-was muncul dikarenakan permintaan persembahan tambahan . Ia menyalahkan Tuhan dan pendeta setiap kali persembahan dijalankan. Keuangannya benar-benar minim. Dengan gaji UMR masih mampu membayar persepuluhan dan persembahan meskipun harus berhemat. Tetapi untuk persembahan tambahan ia tidak mempunyai uang lagi.
Setiap minggu kemarahan memuncak. “Akan adakah persembahan tambahan lagi?”, jerit batinnya selama kebaktian. Emosi telah mengalahkan kerinduan hati untuk memuji dan mendengar firman-Nya. Emosi semakin memuncak dari hari ke hari dan ia harus mengatasi masalah ini. Akhirnya Erik memutuskan untuk menyisihkan uang dua ribu rupiah sampai dua ribu limaratus rupiah perbulan. Erik akan memberi sumbangan lima ratus rupiah perminggu bila ada persembahan tambahan.
Lima ratus merupakan jumlah yang sangat kecil. Bila digabung uang persembahan mingguan ditambah persembahan tambahan mingguan, jumlahnya masih tetap kecil bila dibandingkan dengan minuman dan kue gratis yang diberikan gereja pada semua jemaat termasuk Erik saat ramah tamah selesai ibadah gereja. Tetapi Erik telah bertekad memberinya pada Tuhan. Demikianlah ia memberi persembahan tambahan ke gereja bila diminta . Ada perasaan malu mengingat jumlah uang masih lebih kecil dari pada makanan dan minuman yang diberikan gereja baginya tetapi disaat bersamaan kemarahan tidak ada lagi saat kebaktian mingguan. Ia tidak marah kepada gereja, pendeta terlebih kepada Tuhan dan mulai menikmati kebaktian mingguan.
Persembahan tambahan tidak diminta setiap minggu , ada sisa uang persembahan tambahan setiap akhir bulan. Jumlahnya semakin bertambah di setiap akhir bulan berikutnya dikarenakan Erik menambah sebesar dua ribu sampau dua ribu lima ratus rupiah setiap awal bulan. Erik bingung mau dikemanakan uang ini.
Sisa uang akan dipakai untuk belanja demikianlah rencananya. Tetapi Erik menyadari suatu hari nanti ia tidak mau memberi persembahan tambahan lagi atau dengan kata lain mulai berharap agar permintaan sumbangan tambahan digereja dikurangi atau tidak ada lagi. Sejujurnya Ia bukan orang yang jujur menghadapi masalah ini. Orang lain dapat dengan jujur membelanjakan sisa uang ini dan tetap tidak keberatan memberi persembahan tambahan digereja. Tetapi Erik adalah Erik dan bukan orang lain . Melalui pergumulan Erik memutuskan uang sisa akan diberikan bagi yang memerlukan. Ia mulai memberi sumbangan kepada orang yang meninggal, orang yang sakit atau siapa saja yang membutuhkan. Itulah awal Erik memberi sumbangan kepada siapa yang memerlukannya. Semakin hari pekerjaan Erik semakin baik dan persembahan tambahan yang di sisihkan setiap bulan semakin besar, juga uang yang diberikan untuk persembahan dan menolong orang semakin besar.
Erik orang yang murah hati dan mau memberi disaat hidupnya masih kekurangan . Ia selalu mengatakan,”Yang terutama harus dilakukan saat memberi adalah hati yang tulus”. Itulah Erik.
Ide Minuman kopi yang membawa arti
Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir
masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.
Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.
Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."
"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."
"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."
Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.
Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.
Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam
kehidupan selain dari pekerjaan anda.
e enjte
Rancangan Baik
Petani itu mulai berpikir, "Allah kurang perhitungan dan tidak adil ? Buah labu itu besar, tetapi Ia justru menaruhnya pada tanaman merambat yang berbatang kecil sehingga dengan susah payah batang itu menahan buahnya. Sebaliknya kenari ini mempunyai pohon dan cabang yang besar tetapi buahnya kecil saja. Seandainya saya yang menciptakannya saya akan berbuat sebaliknya agar lebih sesuai."
Sementara petani itu menyandarkan tubuhnya pada pohon kenari tiba-tiba sebuah buah kenari jatuh di atas kepalanya. Ia memungut kenari itu. Akhirnya ia berdiri dan berkata "Allah memang luar biasa dan bijaksana. Ia adil dan pengasih. Seandainya buah kenari ini sebesar labu saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kepala saya."
Seringkali kita juga berlaku seperti petani di atas. Kita mengatakan Allah tidak adil karena sudah membuat kita seperti sekarang ini. Dan dengan keadaan seperti sekarang memang tidak ada sesuatupun yang bisa kita lakukan. Tetapi perhatikanlah sebagaimana Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan dengan berbagai bentuk dan manfaatnya, demikianlah Allah menciptakan kita dengan beragam kemampuan dan karunia. Allah menciptakan kita masing-masing secara khusus agar kita dapat berbuah bagi yang lain.
Dan juga jangan pernah anda berkata bahwa Allah tidak adil karena anda tidak sekaya orang lain atau tidak secantik, semampu dan sepintar mereka. Bagi Allah yang lebih penting bukan secara jasmaniah tetapi apakah hidup kita dapat berbuah banyak atau tidak. Ingatlah bagi Allah hanya ada 2 macam orang: yang berbuah dan yang tidak berbuah. Jangan menjadikan kondisi atau kekurangan suatu alasan bagi kita untuk tidak berbuah bagi Allah, orang lain dan diri kita sendiri. Sekalipun Yesus berlatar belakang sebagai seorang tukang kayu, keadaan ini tidak menghalangiNya untuk menggenapi kehendak Allah di dalam kehidupanNya dan Ia sudah membuktikan bahwa Ia berguna bagi Kerajaan Allah. Dengan menjadi berkat bagi orang lain berarti kita telah memenuhi maksud Allah ketika Ia membentuk kita.
Menunggu Tuhan
"Oh, jangan hari ini. Jangan menggangguku. Aku sedang menunggu Tuhan yang akan mengunjungiku!"
Ia mengusir pengemis dan menutup pintu. Beberapa saat kemudian, terdengar ketukan pintu lagi. Inu itu segera membuka pintu rumahnya. Tetapi siapa yang dijumpainya? Hanya seorang tua miskin yang minta bantuan.
"Maaf, saya tidak bisa menolongmu hari ini. Saya sedang menunggu Tuhan!" sahut ibu itu sambil menutup pintu dengan keras.
Baru saja tertutup, pintu sudah diketuk lagi. Sekali lagi, ibu itu membukakannya. Seorang pengemis yang berpakaian compang-camping dan tampak kelaparan meminta makan dan tempat untuk meletakkan tubuhnya yang lelah.
"Oh, tidak bisa. Saya sedang menunggu Tuhan. Saya tidak bisa memberikan roti dan tempat kepadamu!"
Pengemis itu pergi. Ibu itu menunggu Tuhan lagi.
Berjam-jam lewat dan senja pun tiba. Belum juga ada tanda-tanda kehadiran Tuhan. Ibu tadi menjadi gelisah dan bertannya kepada dirinya sendiri, "Di manakah Tuhan yang berjanji akan mengunjungiku?"
Akhirnya, ia tertidur dan bermimpi. Tuhan mendatanginya dan berkata, "Aku sudah mendatangimu tiga kali dan tiga kali pula Aku kau tolak!"
Dia tetap Allah
Saya berpaling pada Sally dan berkata, "Kita harus kuat sekarang. Kita harus melalui saat-saat sulit ini dengan kekuatan kita sendiri. Jelas sudah, Allah tidak mau menolong kita."
Sally (Istri & Ibu Becki): Saya terkejut mendengar ucapan Jim.
Allah memang tidak menjawab doa kami seperti yang kami harapkan, tetapi saya tahu Dia akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang setia. Becki akan segera sembuh dan karena ia masih memiliki pandangan yang positif terhadap hidup ini, saya tahu bahwa semangatnya tidak ikut teramputasi.
Becki (Anak, 16 tahun): Saya juga berharap Allah akan memberikan mukjizatNya untuk saya. Namun jika tidak, saya tahu Dia akan menguatkan saya. Allah berjanji akan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan. Jika saya membutuhkan dua kaki. Dia tidak akan mengambil satu kaki saya. Saya tidak mau dikasihani meski saya tahu bahwa saya harus berjuang melalui proses penyembuhan dan membiasakan diri dengan kaki palsu saya.
Jim: Tatkala bergumul melawan keragu-raguan dalam diri saya, beberapa sahabat baik bersedia mendengarkan luapan perasaan saya.
Saya bertanya kepada mereka, "Apakah Allah terlalu sibuk menjawab doa orang lain yang sedang mencari tempat parkir sehingga Dia tidak punya waktu untuk menyembuhkan kaki Becki? Bagaimana mungkin saya dapat kembali berdiri di hadapan jemaat dan mengajar bahwa Alkitab adalah kebenaran?" Saat ini saya sadar bahwa saya hanya memiliki satu pilihan. Maukah saya membiarkan Dia menunjukkan kedaulatan Nya sebagai Allah? Pada akhirnya saya menyadari bahwa yang menakutkan adalah bila saya menjauh dari Nya.
Pada minggu-minggu selanjutnya setelah operasi Becki, saya mengakui bahwa berdoa bukan berarti memilih dan mengambil sendiri berkat yang saya inginkan. Sebaliknya, doa adalah perjanjian saya dengan Allah, suatu pengakuan akan keberadaanNya dan bahwa saya mengizinkan rencanaNya terjadi dalam hidup saya, apapun itu. Dia ingin agar saya memberi Nya kesempatan untuk menjadi Allah, dan mengatakan kepadaNya bahwa saya siap bertumbuh secara rohani lewat berbagai penderitaan dan masalah. Keraguan saya pun sirna. Akhirnya saya dapat berkata,"Baiklah, Allah, saya memang tidak mampu memahami hal ini, tetapi saya percaya bahwa Engkau akan memelihara kami semua. Saya akan memberiMu kesempatan untuk menyatakan kedaulatanMu sebagai Allah."
Sally : Saya lega Jim mampu mengatasi kepedihan hatinya. Yang lebih mengembirakan lagi adalah respon Becki dalam menghadapi keadaannya.
Suatu hari ia bermain roller skate lagi. Karena ia bermain berpasangan, ia tidak perlu menggunakan tongkat penyangga. Ketika musik berakhir, ia mengakhirinya dengan melakukan putaran hanya dengan satu kaki.
Seorang anak lelaki kecil yang baru pertama kali melihatnya berteriak,"Oh, kamu kehilangan satu kaki?"
Dengan keterkejutan yang dibuat-buat Becki menjawab, "Benarkah? Ya, ampun. Saya selalu menghilangkan banyak barang. Ibu saya akan membunuh saya kalau ia tahu bahwa saya menghilangkannya. Maukah kamu membantu mencarikan kaki saya?"
Anak itu dengan sungguh-sungguh mulai mencari kaki Becki yang disangkanya benar-benar hilang. Akhirnya, Becki menunjukkan tongkat penyangganya dan menjelaskan tentang kakinya.
Saya sangat sedih dengan keadaan Becki. Saya sedih melihat penderitaannya setelah operasi dan bagaimana ia berusaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan satu kaki. Tetapi selera humornya membuat saya semakin percaya atas kedaulatan Allah dalam peristiwa ini.
Becki: Allah telah memakai kehilangan ini agar saya memiliki hati yang penuh belas kasihan kepada orang-orang yang dalam penderitaan.
Saya belajar tentang terapi pemulihan, sehingga saya dapat melayani banyak orang cacat lainnya. Disamping itu, Dia juga memakai saya dalam hal-hal yang tak pernah saya duga sebelumnya. Beberapa tahun setelah operasi itu, seseorang berkata kepada saya, "Sikap Anda yang tidak malu dengan keadaan tubuh Anda membantu saya untuk dapat menerima diri sendiri. Saya terlalu keras kepala dan malu dengan bentuk kaki saya. Namun sewaktu saya melihat Anda pergi dengan mengenakan celana pendek atau baju renang, tanpa malu menunjukkan kaki anda yang buntung, saya menjadi sadar betapa konyolnya saya karena malu dengan ketidaksempurnaan tubuh saya. Sejak itu, saya dapat menerima banyak hal pada diri saya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian keunikan saya."
Kini, beberapa tahun kemudian, saya menikah dengan seorang pendeta, Craig Sanders, dan kami dikaruniai tiga putri yang aktif. Sebagai istri pendeta, saya banyak menghibur orang lain dan mengembangkan komisi wanita. Saya berjalan-jalan santai dengan menggunakan tongkat penyangga sebanyak tiga atau empat kali seminggu, bersepeda, bermain ski, dan mengelola bisnis kursi rotan di rumah. Allah sangat baik kepada saya dan saya bersyukur atas perbuatan tanganNya bagi hidup saya.
Doa Untuk Anda
Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at
- Bahtera Yuda at 96.4 MHz
- Bethany FM at 93.8 MHz
- Nafiri FM at 107.10 MHz










