Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:

Jodoh Yang Sesuai Kehendak Tuhan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Mengasihi Diri Sendiri

Mengasihi Diri Sendiri

BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN

BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN

Po shfaqen postimet me emërtimin Kontroversi. Shfaq të gjitha postimet
Po shfaqen postimet me emërtimin Kontroversi. Shfaq të gjitha postimet

e enjte

Doktrin Membunuh

Diambil Dari :
Koran Tempo Edisi. 51/XXXV/12 - 18 Februari 2007
Nasional

"Kami Ini Hanya Kerbau" ( Mohammad Basri)

SULIT membayangkan merekalah pelaku serangkaian pembunuhan berencana itu—mutilasi siswa SMA, penembakan pendeta Susanti, dan penebar bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Empat orang berperawakan kecil duduk di sisi meja. Yang lain, Mohammad Basri alias Bagong, 30 tahun, duduk di depannya. Ketika fotografer Tempo berniat mengambil gambar Basri, yang empat meledek, ”Bagai Armand Maulana, vokalis band Gigi.” Tak mau kalah, Basri melempar guyon, ”Kalian bintang film Flora Fauna.”

Belum berbilang tahun kelimanya melumuri tangan mereka dengan darah. Basri adalah tersangka pelaku 17 kejahatan di Poso dan Wiwin eksekutor yang menebas tiga kepala siswi SMA Palu menjelang Lebaran 2005. Amril Ngiode alias Aat, 27 tahun, adalah orang yang meletakkan bom di Pasar Tentena pada tahun yang sama. Tugiran, seusia Aat, adalah pelaku perampokan Rp 500 juta uang pemerintah Poso.

Awalnya adalah konflik antaragama di Poso yang memuncak pada 2000–2001. Mereka adalah anak-anak muda kelompok muslim yang berperang melawan kelompok Kristen Poso. Ketika perundingan Malino meredakan kemarahan itu pada Desember 2001, mereka tak lantas menggantung bedil. Dibakar dendam dan doktrin agama yang keliru, kelompok tetap angkat senjata. Sampai akhirnya pemerintah menetapkan lima orang itu sebagai bagian dari 29 orang buron Poso.

Sebagian dari mereka mati dan menyerah, yang lainnya, termasuk Basri, dicokok polisi. Sebentar ditahan di Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, mereka dilarikan ke Jakarta di bawah pengawalan Detasemen 88 Antiteror yang memang ditugasi khusus menangkap mereka.

Kamis lalu, di sebuah tempat yang dirahasiakan, polisi mempertemukan wartawan Tempo, Arif Zulkifli, Budi Setyarso, dan Agung Rulianto, dengan kelimanya. Tak sedikit pun muncul kesan stres di wajah mereka. Di akhir wawancara, kepada seorang polisi, Basri bahkan minta diantar cukur rambut. Aparat memang berharap banyak kepada mereka. Dari mulut anak-anak muda itu diharapkan terungkap jaringan Poso yang lainnya.

Hampir dua jam Tempo mewawancarai Basri, tokoh sentral dalam kelompok itu. Pria bertato itu sebelum kerusuhan adalah gitaris Seledri Rock Band, kelompok musik yang selalu jadi juara lomba band di Poso. ”Vokalisnya Gerry, orang Nasrani. Woi, suaranya mantap,” kata Basri mengenang. Sambil sesekali menggaruk-garuk bekas luka tembak di pinggang kirinya, bapak dua anak itu menjawab semua pertanyaan dengan rileks. Sesekali dia menggoda, ”Ayo mau tanya apa lagi? Saya buka-bukaan sekarang.”

Bisa diceritakan proses penangkapan Anda?

Saya mulai dari penggerebekan 11 Januari 2007. Hari itu kami kumpul pukul 10.00 di tempat Kardi (salah seorang dari mereka—Red.) Kami baca koran Radar Poso yang menulis ”DPO (buron) Akan Ditangkap Paksa”. Kami lalu bicarakan solusinya, nggak ketemu. Kami lalu tidur. Subuhnya kami salat bersama, sebagian sudah ada yang pulang. Saat itu saya sudah berpikir akan ada yang ”bermain bola” (menggerebek—Red.)

Saya lalu pulang ke rumah mertua karena lapar. Sekira pukul 06.30, terdengar bunyi tar-tar-tar. Wah, sudah ada kontak senjata. Tapi saya terus makan. Istri saya bilang: ”Sudah makannya. Itu sudah ada kontak senjata.” Teh yang masih setengah saya habiskan. Lalu saya keluar pakai celana buntung, jaket hitam, dan topi. Di luar sudah ada polisi, tapi saya terus jalan. Saya berniat tokik (memukul tiang listrik dengan batu—Red.) Seorang polisi bilang: ”Kamu bunyikan, saya tembak!” Saya pikir, saya ketahuan. Eh, ternyata polisi pergi. Dia rupanya tak tahu saya ini Basri.

Lalu?

Saya lari ke Gunung Jati, di belakang kampung, sampai sore. Setelah kontak mereda, saya turun. Saya lihat mayat Ustad Rian (seorang yang dituding polisi bagian dari Jaringan Jemaah Islamiyah di Poso—Red.) Wah, pasti ditembak dia.

Kelompok Anda lalu membuat brigade di Tanah Runtuh?

Nah, setelah kontak 11 Januari, kami berkumpul. Datang Ustad Mahmud (tokoh lain yang dituding polisi sebagai anggota Jemaah Islamiyah juga—Red.) berteriak: ”Demi Allah, laa ilaaha illallah, teman kita satu sudah dibunuh. Kita harus jaga kampung kita.” Ia meminta dibuat karung-karung dan palang pintu. Saya buat barikade di depan rumah Ustad Mahmud. Anak-anak Laskar Bebek (nama laskar anak remaja muslim Poso—Red.) sudah membuatnya. Kami lalu maju. Ustad Mahmud meminta semua jalan dibarikade. Saya bertugas di Pulau Seram, yang lain di Jalan Madura. Waktu itu kami belum diberi senjata. Isu akan ada penggerebekan semakin santer.

Anda lalu bersiap?

Malam 22 Januari 2007, Pak Iban (dituding anggota JI lainnya—Red.) membagikan senjata. Semua pegang senjata rakitan, kecuali saya pegang Uzi yang lumayan bagus. Sekitar pukul tujuh pagi, seseorang mengendarai sepeda motor datang ke Tanah Runtuh. Dia berhenti dan bilang: ”Jaga, siap-siap. Mereka (polisi) akan segera masuk.” Kami panik dan bertanya kepada Ustad Mahmud, bagaimana ini? Dia hanya bilang: ”Sudah, semua siap.” Semua dipanggil, senjata kembali dibagikan.

Kemudian?

Lalu dung-dung-dung, peluru berdesingan. Seperti perang Irak. Jelas, ka-lahlah kami. Tentara kan dilatih, kami ini latihannya hanya guling-guling.

Anda tertembak?

Saya tertembak di pinggang. Panas, panas sekali. Keluar asap di sini (Basri menunjuk pinggangnya). Saya pilin kaus yang saya pakai, lalu saya masukkan ke luka agar darahnya tidak keluar. Datang Aat (tersangka, menyerah pada 2 Februari), dan Tugiran (tersangka lain). Mereka kira saya sudah mati. Saya dilarikan ke rumah bidan yang ketakutan ketika kami datang. Di situ saya sampai malam. Pada sorenya, polisi datang. Mereka minta pintu dibuka, tapi di luar ada yang bilang, nggak ada orang di rumah bidan. Polisi pergi. Saya dirawat, diperban.

Anda tetap berusaha kabur?

Subuh esok harinya, saya keluar dari rumah bidan. Saya pakai topi. Di luar penuh aparat, tapi saya dibiarkan jalan. Mereka kira saya orang biasa. Dengan ojek saya pergi ke Lawangan. Lama sekali saya di situ. Pada 1 Februari, saya pindah ke rumah Haikal (tersangka lainnya) di Kayamanya. Tak lama kemudian polisi datang. Dengan kehendak Allah, saya santai keluar rumah. Tiba-tiba, polisi mulai menembak, saya langsung masuk rumah paling dekat. Saya ngumpet di tempat tidur. Waktu polisi datang menggeledah, saya bilang: ”Saya menyerah, Pak.” Polisi itu malah tertawa dan menjawab: ”Siapa kamu?” Rupanya dia juga belum tahu saya ini Basri.

Anda takut?

Namanya manusia, jelas takut. Kalau tidak, namanya Superman. Saya lalu diborgol dan dibawa ke Markas Polres.

Polisi menetapkan Anda sebagai buron sejak Mei 2006. Ke mana saja Anda selama itu?

Di rumah saja, nggak ke mana-mana. Bolak-balik rumah mertua. Saya pernah diajak ke luar pulau, tapi saya kan punya anak-istri. Bagaimana menghidupi mereka kalau saya lari?

Bagaimana Anda menghidupi keluarga?

Mereka ikut ibu mertua saya.

Rumah mertua Anda kan juga diintai polisi? Bagaimana Anda menemui anak-istri?

Biasanya saya survei dulu, lihat kiri-kanan. Setelah aman baru masuk rumah. Itu pun segera keluar lagi. Namanya sistem ”per”. Biasanya penggerebekan dilakukan aparat segera setelah buron masuk rumah. Makanya, saya masuk, langsung keluar dan sembunyi di dekat sumur. Setelah pasti aman, baru pulang.

Mengapa tidak menyerah sejak awal?

Karena Ustad Mahmud. Kami pernah dikumpulkan Pak Haji Adnan Arsal (tokoh-tokoh masyarakat Islam Poso), tokoh lainnya, dan sejumlah pengacara. Tadinya kami mau menyerah. Keluar dari ruang pertemuan, ustad-ustad dari Jawa itu memanggil kami ke masjid. Ada Ustad Rifki, Ustad Rian, Pak Iban, Ustad Yahya. Mereka memanggil saya, Icang, Bojel, Agus, Upik (Ustad Rian tewas pada penggerebekan 11 Januari 2007; ustad lainnya lari pada saat penggerebekan 22 Januari 2007—Red.)

Lalu?

Mereka bertanya, apa yang dibicarakan dalam pertemuan? Kami jawab, demi masa depan Poso, kami diminta menyerahkan diri. Para ustad itu bilang, dalam Islam menyerahkan diri itu haram. Kami ini kan seperti kerbau waktu diberi dalil-dalil itu. Akhirnya, kami balik lagi, ikut ustad.

Uang hasil merampok uang Pemda dipakai apa?

Saya dapat bagian Rp 5 juta, Saya pakai buat beli handphone. Sisanya dibawa Ipong (menyerah November 2006—Red.)

Soal kekerasan di Poso, Anda menganggapnya perang agama?

Iya (suaranya meninggi). Keluarga saya banyak dibantai, ada 26 orang, pada peristiwa Kilo 9. Mayat semuanya saya angkat sendiri. Sejak itu saya dendam. Lalu datang doktrin-doktrin agama. Saya seperti Popeye yang diberi bayam.

Apa pekerjaan Anda saat itu?

Saya jualan minyak tanah dan ayam.

Anda salat?

Nggak. Kerjaan saya minum, mabuk-mabukan sampai pagi.

Lalu kenapa Anda bilang ini perang agama?

Karena yang dibantai semua orang Islam.

Berapa orang yang sudah Anda bunuh?

Waktu perang, banyaklah.

Apa pendapat Anda tentang Tibo cs?

Tibo? Woo... naga dia! (suaranya sangat keras).

Anda belajar menembak dari siapa?

Dari Pak Mahmud, Haris. Kami belajar tiarap, rolling, dan memakai senjata selama tiga hari di Gunung Jati, Poso.

Dari mana Anda mendapat senjata?

Dari Icang. Saya beli Rp 12 juta, duitnya gabungan: Rp 4 juta hasil penjualan tanah saya yang laku Rp 10 juta dan sisanya dari Icang. Tapi saya nggak tahu Icang dapat dari mana. Kami memakai sistem rantai terputus (Icang tewas dalam penyergapan 22 Januari 2007—Red.)

Pelurunya dari mana?

Semua dari Icang. Kalau habis kami tinggal minta. Dia ahli merakit bom dan senjata.

Anda bisa menembak tepat?

Tidak bisa. Saya ini ngawur nembaknya. Pernah latihan nembak di laut, sasarannya balon. Habis banyak peluru, cuma kena satu.

Di mana senjata-senjata disimpan?

Saya tidak tahu, karena semua sudah ada bagiannya. Mereka bilang ini ja-ringan terputus.

Anda juga memenggal kepala tiga siswi SMA pada 2005?

Ya, rencana itu atas perintah Ustad Sanusi. Hasanuddin menyetujui. Waktu itu bulan puasa, saya hanya disuruh datang. Mereka bertanya, ”Apa ya hadiah Lebaran?” Saya bilang, okelah nanti saya cari target. Beberapa hari kemudian, Iwan (salah seorang tersangka—Red.) dapat target. Koordinator lapangan: ditunjuklah Haris dengan wakil Iwan. Mereka survei tiga hari. Saya, Agus, dan Wiwin hanya eksekutor. Haris menyiapkan tujuh parang, plastik, juga dua motor.

Plastik? Untuk apa?

Untuk menempatkan kepala target.

Kemudian?

Kami kumpul di maktab (markas) saat subuh. Kami jalan menuju Poso, setelah itu balik lagi. Haris dan Iwan terus memantau lokasi untuk mengetahui apakah aparat sudah mengetahui gerakan kami. Dua hari kemudian, setelah salat tarawih, kami dipanggil lagi. Kami lalu tidur di rumah Iwan. Habis salat subuh, kami ganti pakaian. Parang dan plastik dibagikan, lalu kami meluncur. Kami tunggu mereka sampai ada yang bilang ”Sip!” Rupanya target sudah mulai lewat.

Apa yang dilakukan tiga siswa itu sebelum Anda bunuh?

Empat orang siswi berjalan sambil nyanyi-nyanyi dan membawa bunga. Saya bilang, mati mereka, mati mereka. Saya terbayang keluarga saya, mbah saya yang dicincang, digantung. Dendam saya (suara Basri mengeras). Mereka langsung saya tebas satu-satu. Ada yang lari saya kejar. Satu orang yang kena di pipi saya kira mati, ternyata tidak. Waktu saya selesai dengan yang lain, dia lari. Saya bilang, kejar! Nggak dapat. Kepala tiga orang lainnya kami bawa ke maktab. Itu ”hadiah Lebaran”.

Anda pernah dibaiat oleh kelompok Hasanudin?

Saya dibaiat pada 2002–2003 sama Pak Yahya. Jabat tangan, saya disuruh syahadat. ”Apa pun yang terjadi, jemaah harus istiqomah. Antum siap?” Kami jawab, ”Siap!” Setelah itu kami ikut majelis taklim.

Siapa yang mengajar perang?

Pak Toha pernah ngajar, juga Pak Rifki. Kami disuruh lari-lari. Mustofa (tersangka anggota Jemaah Islamiyah—Red.) juga pernah memberi latihan.

Anda tahu orang-orang itu anggota Jemaah Islamiyah?

Saya baru tahu setelah di sini (ditahan polisi di Jakarta). Dulu saya nggak tahu. Dulu di Poso mereka hanya bilang, ayo perang sama-sama.

Kapan Anda mulai merasa Anda dibohongi?

Setelah pada penyergapan tanggal 22 Januari, mereka kabur semua. Dulu, mereka bilang, siap mati bersama, tapi belakangan malah kabur.

Anda masih dendam pada kelompok Kristen?

Saya menyesal. Saya tidak dendam selama mereka tidak menyerang.

Penulis mengangkat kembali masalah ini karena banyak orang lain yang hanya karena dendam dan ikut-ikutan dan karena kurangnya pengetahuan. Mereka mudah dihasut dan diajak untuk melakukan kejahatan.
Tetapi sampai sekarang, pelakunya masih hidup dan tidak ditangkap !
Karena dia orang yang munafik dan menyangkal keterlibatannya, dan politik yang amat kental ada di sini. Banyak kepentingan yang ikut andil di dini. Pemerintah pun sangat kurang tegas!
Jelas sudah, doktrin itu dari siapa dan Agama apa yang mengajarkan!
Pembunuhan demi pembunuhan karena suatu hal yang biasa...


Benarkah Indonesia sarang Teroris?


e hënë

Film The Lost Thomb Of Christ

Film "The Lost Thomb Of Christ"ini belum release di Indonesia, tetapi sangat menarik dan menjadi kontroversi di semua belahan dunia karena tokoh Yesus yang diangkat dalam film ini, mungkin
Substansi film ini, mengingatkan pada buku best seller "The Da Vinci Code" yang juga meyakini bahwa Yesus menikah dan punya anak. Sama seperti buku "The Da Vinci Code", yang juga sudah difilmkan, pihak gereja Katolik dan Protestan di AS mengecam klaim Cameron dan Jacobovici dalam filmnya.
Dalam sudut pandang saya, ini dikembalikan lagi pada iman dan kepercayaan yang kita pegang masing-masing. Juga hal ini tidak lepas dari manusia yang selalu tidak lepas dan selalu terus menerus mencari arti suatu kebenaran. Kita selalu bertanya-tanya apa kebenaran itu ?
Kebenaran tidak perlu untuk dibela, karena kebenaran akan membenarkan dirinya sendiri.

Berikut petikan dari Sutradara James Cameron yang juga Sutradara Titanic yang saya ambil dari http://www.news.com.au/story/0,23599,21289995-2,00.html

Titanic director James Cameron believes he may have discovered Jesus' lost tomb.

DNA evidence and statistical analysis of a set of 2,000-year-old stone coffins found in Jerusalem in 1980 suggest they once held the remains of Christ and his family, according to a new documentary.

It says tests on human residue taken from the "ossuaries" believed to be those of Jesus and Mary Magdalene indicates they might have been a couple - and the filmmakers believe they may have had a son, Judah.

Cameron, who produced the Discovery Channel film set to air on Channel 4 in the UK, will unveil the two key coffins at a press conference in New York on Monday.

The team said their findings did not necessarily conflict with the fundamental Christian belief that Jesus was resurrected three days after his crucifixion - contrary to some reports that they would claim the evidence meant the resurrection did not take place.

The Discovery Channel claimed the evidence could be the "greatest archaeological find in history".

"It doesn't get bigger than this," Cameron said. "We've done our homework; we've made the case; and now it's time for the debate to begin."


Idenya dari Penemuan Makam

Kedua sutradara yang kerap mendapat penghargaan atas film-film dokumenter yang dibuatnya itu mendapat ide membuat film tersebut dari penggalian sebuah makam di Talpiot, Yerusalem pada tahun 1980, oleh para pekerja bangunan yang akan membuat kompleks apartemen di atas pemakaman itu. Dan makam yang digali itu, diyakini sebagai makam Yesus.

Cameron dan Jacobovici menyebut sejumlah bukti atas klaimnya itu, antara lain nama-nama yang tertera pada peti mati yang terbuat dari batu dan analisa-analis teknis. Duet sutradara itu bahkan mengklaim punya bukti hasil pemeriksaan DNA.

"Saya bukan arkeolog atau pakar injil. Tapi sebagai pembuat film dokumenter, saya selayaknya tidak takut untuk mengungkap kebenaran, " kata Cameron dalam keterangan persnya.

"Saya tahu, mereka akan mengatakan bahwa kami sedang melemahkan sebuah keyakinan sakral dalam ajaran Kristen. Persoalan ini jauh dari masalah keyakinan itu. Investigasi ini menunjukkan bahwa orang-orang ini benar-benar ada, " sambungnya.

Lima dari peti mati yang ditemukan dari pemakaman Talpiot, nama-namanya sama dengan nama-nama yang diyakini sebagai tokoh-tokoh dalam Perjanjian Baru yaitu, Yesus, Maria, Mathias, Yosef dan Maria Magdalena. Di peti keenam, tertulis dalam bahasa Aramaic yang bila diterjemahkan artinya "Yudas, putera Yesus. "

"Makam-makam itu bentuknya sama dengan tipikal makam di kawasan itu, " kata Aaron Brody, profesor bidang Injil dan arkeologi yang menjadi dosen tamu di Pacific School of Religion dan direktur California's Bade Museum pada Discovery News.

Jacobovici, sutradara, produser dan penulis skenario film "The Lost Tomb of Christ" mengatakan, berdasarkan analisis statistik terhadap nama-nama yang tertera dalam peti mati batu yang ditemukan, sangat tidak mungkin mereka adalah orang lain yang tidak ada kaitannya dengan keluarga Yesus seperti yang disebut-sebut dalam alkitab.

Menurutnya, ia dan timnya berhasil mendapatkan hasil analisa kimiawi dan DNA yang membuka kemungkinan bahwa Yesus dan Maria Magdalena adalah pasangan suami isteri.

Namuan, para pemuka agama Kristen menganggap lucu argumen yang dilontarkan Cameron dan Jacobovici, sama dengan argumen dalam buku dan film "The Da Vinci Code."

R. Albert Mohler, presiden Southern Baptist Theological Seminary menyebut film "The Lost Tomb... " sebagai "film dokumenter yang lucu" dan penuh dengan klaim-klaim "yang jauh dari kebenaran. "

"Test DNA, bagi saya, adalah hal yang paling menggelikan dari film ini. Anda harus punya dasar kuat atas sampel-sampel DNA agar bisa masuk akal. Tak seorang pun yang memiliki sampel DNA Maria, " ujarnya.

Sementara itu, prosefor arkeologi asal Israel, Amos Kloner menguatkan pernyataan Mohler. Ia mengatakan, makam-makam yang ditemukan itu adalah makam keluarga kalangan atas Yahudi. Ia mengatakan, tidak ada bukti yang bisa mendukung klaim bahwa makam itu adalah makam Yesus.

"Saya seorang cendikiawan. Saya melakukan hal-hal yang terkait dengan keilmuan dan tidak ada kaitannya dengan pembuatan film dokumenter. Omong kosong, membawa kisah-kisah keagamaan dan mengarahkannya pada sesuatu yang bersifat ilmu pengetahuan, " tukasnya dalam wawancara lewat telepon dengan AFP.

Kloner tetap berpendapat bahwa makam-makam itu makam kuno biasa. Jika ada kesamaan nama dengan "keluarga" Yesus, hanya faktor kebetulan saja.

"Siapa yang bilang Maria adalah Magdalena dan Yudas adalah anak Yesus? Hal itu tidak bisa dibuktikan. Nama-nama ini adalah nama-nama yang populer dan biasa digunakan pada abad pertama masehi, " tambah Kloner yang mengajar di Universitas Bar Ilan, Israel.

Pendapat dari saya :

Film ini sangat menarik bagi semua orang tetapi juga menjadi kontroversi bagi umat Kristiani.
Mungkin banyak orang yang menjadi bingung dan goyah iman mereka.
Televisi merupakan salah satu media komunikasi yang paling ampuh dalam menyampaikan berita dan hiburan bagi banyak orang. Tapi terkadang kita harus bisa memilah-milah mana yang benar dan mana yang bagus untuk kita tonton.
Film ini menduduki rating tinggi dan film yang paling banyak dicari karena kontroversinya. Dan saya sarankan Anda harus menontonnya juga, hal ini bisa menambah pengetahuan bagi Anda . Yang diuntungkan adalah sutradara dan studio filmnya karena dengan publikasinya hal itu menjadi uang bagi mereka. Semakin kontroversial beritanya semakin banyak yang adu mulut dan semakin banyak pembaca/peminatnya. Dunia media tahu sekali cara mendorong rasa ingin tahu masyarakat dan curiosity buat mereka adalah sumber uang.
Memang susah dipercaya , tapi hal itu adalah ide yang gila, apalagi mereka membahas yang berkaitan dengan agama. Dan seharusnya sesuatu yg sifatnya sensitif (berkaitan dg agama) sebaiknya didiskusikan atau dibuktikan dulu keabsahannya dengan para pakar sebelum dipublikasikan......
Saya hanya tersenyum ketika mendengar argumen yang dinyatakan oleh Cameron, pakai tes DNA segala lah, katanya untuk memastikan keaslian dari bukti yang ditemukan tersebut.
Pertanyaan saya, siapa yang punya DNA asli Yesus dan Maria Magdalena, sudahkah hal itu betul kebenarannya, dan apakah bisa dipertanggungjawabkan ?. Dengan kata lain film ini menjadi kontroversi karena kesimpangsiuran kebenaran dari isi film ini. Tetapi mereka sudah merilisnya menjadi sebuah film.
Saya tahu banyak agama dan kepercayaan yang tidak percaya sampai sekarang, dimana Yesus mati disalib dan bangkit, kebanyakan sih dari kaum Yahudi, tapi bukan maksud saya anti semith lho. Bagi kepercayaan kaum Yahudi bagi mereka Yesus kan orang biasa, bukannya penyelamat yang di janjikan allah, dan mereka masih menantikan juru selamat mereka. Karena mereka tidak mengakui kalau Yesus adalah Messias.
Bagi saya, hal ini menambah teguh iman percaya saya pada Tuhan Yesus karena dengan Dia mati di kayu salib, Dia telah menebus lunas semua dosa saya. Juru selamat saya yang hidup.

Referensi lainnya :
- http://www.news.com.au/story/0,23599,21289995-2,00.html
- http://www.nationalledger.com/artman/publish/article_272611819.shtml
-
http://www.metro.co.uk/fame/article.html?in_article_id=38807&in_page_id=7&in_a_source=

More :

Jesus
Historical Proof Jesus
Jesus New Testament
Roman History
Ancient History


Saya menunggu comentar dari Anda ...

e mërkurë

Kristen Bodor vs Th Baru Imlek


Pada saat menjelang hari raya tahun Baru Imlek, banyak bermunculan Kristen Bodor, yang men-Fatwa, bahwa turut merayakan hari tahun Baru Imlek itu Haram bahkan Dosa! Dan lucunya para Kristen Bodor tersebut datangnya dari golongan etnis Tionghoa sendiri oleh sebab itulah mang Ucup menilai, bahwa mereka ini memiliki berkepribadian ganda ato kepribadian terpecah (split personality) ala "Dr Jekyl & Mr Hyde" atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Golongan “Christian Go-Block!" Kenapa demikian?

Sejak brol lahir s/d masuk liang lahat sekalipun, mang Ucup tetap azah
keturunah Tiong Hoa, padahal sudah puluhan tahun saya bermukim di Eropa dan jadi WN Jerman, tetapi tetap azah anehnya tidak bisa berobah jadi bule, begitu juga dengan selera dan perut yang menuntut harus ketemu nasi setiap hari. Disamping itu, warna kulit maupun mata saya tidak pernah bisa berobah
walaupun di paspor udah dinyatakan jadi WN Jerman tulen sejak 40 tahun.

Begitu juga dengan agama yang saya anut "Kristen", walaupun sudah di mandi celup dan di bilas ber-kali2, tetapi warna kulit saya tidak pernah bisa berubah sedikit pun juga, begitu juga dengan nama di paspor tetap azah sama Nio Tjoe Siang. Padahal Pdt saya udah menyatakan bahwa sebenarnya saya ini udah lahir baru, tetapi sayangnya wajah maupun warna kulit saya tidak pernah bisa berubah jadi mirip seperti Yudas, padahal ia adalah rasul idolanya mang Ucup tuh.

Apakah kalau saya sudah jadi Kristen, berarti saya diwajibkan untuk menginkari leluhur saya? No Way! Apakah karena saya sudah jadi orang Kristen berarti saya diwajibkan untuk melupakan tradisi maupun kebudayaan saya untuk diganti oleh Hari Tahun Baru Yahudi "Rosh Hashanah" pada tgl. 13 Sep. yang akan datang? Tidak! Kalho tidak percaya, kudu baca tuh Alkitab; jangan hanya sekedar dijadikan buat pengganjel lemari azah.

Hai Yudas, lho boleh dimandiin, dicelup & di bilas ribuan kali, bahkan di masukin mesin cuci dengan rinso Anti Noda sekalipun, warna kulit lho, jangan harap bisa berobah, terkecuali kalho kulit lho mo dibeset seperti kodok
bangkong suikeh eh maksud saya seperti si Mikel Jekson.

Agama itu mirip pakaian, semua orang dilahirkan dalam keadaan telanjang, tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan sebagai pemeluk agama tertentu. Mang Ucup dilahirkan bukan sebagai Kristen, melainkan sebagai seorang keturunan etnis Tiong Hoa, setelah lewat setengah abad baru jadi penganut agama Kristen. Dan agama apapun yang mereka anut, setiap saat apabila kurang cocok bisa azah diganti seperti juga dengan pakaian, tetapi warna kulit maupun orang tua kita tidak akan bisa diganti, sampai kita modyaaa…..ar sekalipun, ini akan tetap sama terus.

Jeruk dalam bahasa Inggris maupun Jerman namanya Mandarin, karena warna kulitnya kuning dan isinya pun kuning, begitu juga kita tidak akan bisa mencari tomat yang warna kulit luarnya putih, tetapi isi dalam nya merah, ora ono Mas!

Hanya bodornya, kok banyak jeruk eh Mandarin yang mempunyai keinginan untuk jadi "Bah Nana" baca Pisang? Yang kulitnya kuning tapi isinya putih, malu atuh euu..uy ama leluhur kita, sehingga bisa2 kwalat lho pantatnya 'ntar disamber Gledek baru tao lho!

Tapi mang, kata Pdt Gw, kalho merayakan tahun baru Imlek, itu sama azah seperti juga main mata ato berselingkuh dengan si setan sehingga nantinya bisa2 kita di kirim ke Giam Lo Ong baca Neraka untuk dipanggang sampai gosong disana.

Itu namanya Munafik tingkat 12 alias udah 'nggak ketolongan lagi Geblek-nya, renungkanlah dengan akal sehat Anda, lebih dari 80% manusia di kolong langit ini merayakan pesta tahun baru pada tgl. 1.1.2007, bahkan mereka telah merayakan pesta Milenium secara gede2an diseluruh jagat, tanpa pernah mo mikir pake jidatnya, bahwa kalender Masehi itu adalah kalender umat Kristen, sampai komplit di bubuhkan perkataan Masehi segala macam! Tahu kagak artinya Masehi itu apa?

Masehi itu diambil dari kata Mesias - "Yang diurapi/Juruselamat ato Yesus" ato lebih kerennya lagi disebut kalender "Anno Domini" yang artinya "Tahun Tuhan kita" ini dibuat oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus.

Tidak ada penganut agama di dunia ini yang meng-haramkan atau merasa ketakutan umatnya menjadi Kristen, karena turut merayakan tahun baru Masehi, entah mereka itu penganut agama Hindu, Budha maupun Islam Fundamentalis sekalipun juga, kok wong Kristen ketakutan banget sih? Apakah Allah -Nya umat Kristen kurang Pe-De ato kurang sakti sehingga ketakutan umat-Nya digaet oleh aliran agama lain? Apakah para sesepuh Kristen itu wong Paranoid semua yang sudah saatnya dipindahkan ke RS Jiwa Grogol?

Kita jangan bicara juta lagi, sebab perkataan juta itu udah ora laku lagi, terutama bagi para koruptor, kita bicara nilai M azah ato Milyar, berapa milyar manusia di kolong langit ini yang turut merayakan tahun baru Masehi tanpa ada rasa takut setetes pun juga untuk di Kristianisasikan, karena turut merayakan pesta tahun baru Masehi tersebut.

Tidak pernah tersirat sedikit pun juga di dalam benak mereka, bahwa pada saat merayakan tahun baru tgl. 1.1.2007 ini ada kaitannya dengan Yesus, termasuk orang Kristen nya sendiri! Tetapi kok aneh begitu kita mau merayakan tahun baru Imlek atau tahun kelahirannya Kong Hu Chu ini jadi satu polemik ato permasalahan besar??

Setelah kita lahir baru menjadi orang Kristen, apakah identitas saya sebagai orang Tiong Hoa kudu turut dihapus, dilupakan dan dikubur? Apakah sebagai wong Kristen kita harus melupakan budaya maupun leluhur kita? Apakah sesudah menjadi orang Kristen saya harus menjadi wong Londo yang berbudaya kebaratan ato menjadi wong Yahudi untuk mengikuti budaya dan tradisi mereka, sehingga semua yang berbau budaya Tiong Hoa seperti Imlek tidak boleh dirayakan lagi, sebab sudah di cap haram, boro2 merayakan Imlek, makan Bacang dan ronde azah udah dinilai haram.

Aneh bin nyata banyak orang Kristen Tiong Hoa yang menilai hari Raya Imlek itu haram, tetapi kenapa mereka mau turut merayakan “Valentine-day”, "Tahunanksgiving Day" bahkan "Halloween". Mereka merasa untuk menjadi seorang Kristen yang baik diwajibkan untuk melupakan budaya leluhurnya yang sudah ribuan tahun turun temurun usianya.

Orang Tionghoa itu seperti jeruk, kulitnya kuning isinyapun seharusnya tetap kuning. Bahkan jeruk merupakan lambang kekayaan sebagai emas, dimana pada tiap tahun baru Imlek orang saling memberikan jeruk kalau bisa yang masih ada daunnya dengan mana diharapkan hokie dan rejeki di tahun mendatang akan tumbuh.

Dan "Kuning" adalah warna simbolik juga bagi bangsa Tionghoa, karena mereka mendiami tanah air Huang Tu Di = tanah kuning seluas hampir 10.000 km. Kaiser negara Tiongkok pertama lebih dikenal dengan nama Huang Di = Kaiser Kuning menurut para sejarawan, karena ia berasal dari tanah kuning tersebut. Bagi orang awam yang tidak mendalami Sinologi, penjiwaan budaya "tanah kuning" masih jelas tampak pada istilah2 bahasa Mandarin, yang memadukan "kuning" untuk mempertegas arti kata seperti tanah kuning, sungai kuning, kulit kuning, beras kuning, kacang kuning, jubah kuning (jubah kebesaran kerajaan), istana kuning bahkan alam bakapun disebut sebagai "Alam kuning".

Maka tidaklah salah kalau saya mengharapkan bangsa Tionghoa dimanapun ia berada agar tetap seperti jeruk, dimana kulitnya kuning dan isinyapun tetap kuning dan tidak berubah menjadi buah Pisang, kulitnya kuning, tetapi isinya udah berubah jadi putih semuanya itu namanya pisang busuk!

Hitler telah berusaha untuk menghancurkan budaya dan etnis Yahudi dengan membunuh lebih dari enam juta orang Yahudi. Mungki ada baiknya, bagi para Kristen bodor tersebut, perkataan "Haleluyah" dirubah menjadi jadi "Heil Hitler" saja? Dan daripada Elo pergi berziarah ke Yerusalem sebaiknya pergi ke Auschwitz !

Renungkanlah: Apabila Anda tidak merasa malu untuk mengaku sebagai keturunan Tiong Hoa, maka saya mohon sebar luaskanlah artikel ini.

Ketika mang Ucup masih kecil ucapan untuk selamat Tahun Baru Imlek adalah "Sin Chun Kiong Hie" yang berarti "Selamat Musim Semi ato Tahun Baru", tetapi karena generasi sekarang sudah lebih ke money & sukes oriented jadi ucapannya pun dirubah jadi Gong Xi Fa Cai = "Semoga Sukses Selalu", hal inilah yang ingin mang Ucup ucapkan sebagai akhir kata dari oret2an ini.

Oret2an ini ditulis setelah menegak habis satu botol arak merek: "Confucius Family Spirit", yuuu.uk kita bersulang bagi budaya maupun leluhur kita, gleee...ek, glek, glek, heiiii…iyah lekernya!

Maranatha
Mang Ucup - The Drunken Priest
Homepage: www.mangucup.org
======================================================

Muhammad Juga Manusia .... Berdosa!


Shalom,
Assalamualaikum,

Terimakasih untuk pihak muslim dalam partisipasinya menjawab pertanyaan apakah muhammad saw manusia sempurna tanpa dosa atau tidak, saya ulas hal ini.
Semoga bermanfaat.

Simaklah surat Muhammad, Qs.47:19:
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang2 mu'min, laki2 dan perempuan. Dan
Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.

Dalam ayat ini jelas bahwa semua orang berdosa dihadapan Allah, bahkan orang mu'min sekalipun. tidak ada yang terluput dari dosa. tak terkecuali juga dengan muhammad saw, nabi besar dari arab.

Surat Al Fath, Qs.48:2
Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'matNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.

Ayat ini ditujukan untuk muhammad dan pengikutnya, dan jelas dikatakan bahwa muhammad sebelum turunnya ayat ini sudah berdosa, bahkan sesudahnya pun masih
berdosa. Lalu bagaimana caranya agar orang berdosa bisa mendapat ampunan?

Surat Faathir, Qs.35:18
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain...

Surat Al An'aam, Qs.6:164
... , dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain...

Dua ayat diatas jelas mengatakan bahwa muhamad tidak dapat memikul dosa orang lain dan juga sebaliknya. Semua orang akan mati dalam dosanya dan akan menerima
hukuman yang kekal saat diadili. Namun, ayat ini juga menunjukkan bahwa hanya orang yang tidak berdosa alias suci saja yang dapat memikul dosa orang lain, sehingga orang berdosa tidak perlu mati dalam keadaan berdosa. Siapakah gerangan manusia yang suci
di dunia ini?

Surat Maryam, Qs 19:19
Ia (Jibril) berkata : "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki2 yang suci".

Setiap orang yang lahir didunia akan menangis karena disentuh setan, kecuali Isa anak Maryam, karena Ia adalah manusia yang suci.

Muhammad sendiri saat menjelang ajalnya berkata:
"Wahai Tuhan! Ampunilah saya! kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan teman yang maha tinggi." (Hadits Shahih Bukhari 1573)

Hanya Yesus saja manusia yang suci dan sanggup memikul dosa dunia, supaya orang berdosa mendapatkan pengampunan dan mati dalam keadaan suci.

Terimalah Dia sebagai Juruselamatmu! Tidak ada jalan lain!

Tuhan Yesus memberkati.

From : Jesty
On Internet :http://groups.yahoo.com/group/jesus-net

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------