Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:

Jodoh Yang Sesuai Kehendak Tuhan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Mengasihi Diri Sendiri

Mengasihi Diri Sendiri

BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN

BERSYUKUR KARENA DISELAMATKAN

e diel

White Magic, Bolehkah ?


Magic dalam pengertian bahasa Indonesia berarti yang bersifat magi atau hal yang berkaitan dengan hal dan perbuatan magi. Sedang magi berarti sesuatu atau cara tertentu yang diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia. Jadi White Magic adalah sesuatu atau cara tertentu yang diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia, yang digunakan untuk tujuan yang baik. Orang awam menyebutnya dengan istilah ilmu putih. Yang menarik perhatian orang-orang, termasuk bagi sebagian orang Kristen untuk tujuan yang baik.

Iman Kristen mengajarkan bahkan menekankan untuk segala sesuatu yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan harus mempunyai tujuan yang baik. Jadi kalau tidak hati-hati dan tidak mengerti benar, maka orang Kristen akan cenderung memperbolehkan bahkan menerima dan mempraktekkan White Magic.

Sebuah buku memberikan beberapa contoh tentang hal ini: salah satu anggota keluarga dari seorang wanita dapat menyembuhkan segala macam penyakit dengan menambahkan kalimat, dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dalam setiap mantranya; seorang gadis berumur 15 tahun menderita sakit mata dan disembuhkan oleh seorang dukun yang rajin ke gereja dan memegang Alkitab dalam ruang perdukunannya; anak dari seorang ibu yang disembuhkan oleh seorang dukun yang menggunakan doa Bapa Kami.

Memperhatikan arti dari Magic saja sebenarnya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa itu adalah sesuatu cara di luar iman Kristen. Kita bisa memperhatikan dalam Kisah Para Rasul 19:13-20, dimana anak-anak Skewa yang adalah ahli jampi mencoba mengusir roh jahat dalam nama Tuhan Yesus. Apakah salah ketika mereka menyebut nama Tuhan Yesus demi kesembuhan orang lain? Permasalahannya adalah mereka mencampuradukkan antara ilmu gaib yang biasa mereka pakai dengan nama Tuhan Yesus, sehingga yang tidak salah akhirnya menjadi salah kaprah. Merril F. Unger dalam bukunya ”Demons In The World Today” mengatakan bahwa White Magic sebenarnya adalah Black Magic yang mengambil bentuk tindakan yang saleh, baik dan sepertinya membela kebenaran. Disebut sebagai White Magic karena mereka menampakkannya di bawah bendera terang. Inilah yang berbahaya bagi orang Kristen yang tidak mau membaca dan menyelidiki kebenaran firman Tuhan.

Rasul Paulus menjelaskan tentang penyamaran ini dalam 2 Korintus 11:14-15, ”Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka”. Jadi jelas bahwa tidak semua yang ”bertujuan baik” adalah kebenaran yang berasal dari Tuhan. Oleh sebab itu, kami menganjurkan supaya setiap orang Kristen menjauhkan diri dari setiap ilmu yang menggunakkan kekuatan-kekuatan supranatural. Tuhan Yesus sendiri sanggup melakukan hal-hal supranatural dan bersedia memakai kita, tetapi segala sesuatu yang berasal dari Tuhan adalah jelas bagi orang Kristen yang sungguh-sungguh dekat denganNya. Namun ada satu hal yang perlu diberi penekanan, yaitu tidak semua hal yang menjadi kerinduan orang Kristen akan dikabulkan melalui tindakan supranatural agar kita tidak memaksakan keinginan kita. ”Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Efesus 1:18-19).

Sumanto Sang Kanibal

Bacaan Efesus 4:22-24; 1 Petrus 5:8

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”

Pada bulan Januari 2003 yang lalu, kita dikejutkan oleh aksi seorang kanibal atau pemakan daging manusia asal desa Plumutan, Purbalingga, Jawa Tengah. Kebiasaannya yang bisa dibilang langka, membuat orang takut mendengarnya. Betapa tidak, laki-laki usia tiga puluhan tahun itu tanpa memakai bantuan alat penggali, berani menggali kuburan seorang nenek yang baru meninggal dan tanpa rasa jijik sedikitpun memakan sebagian mayat itu mentah-mentah dan sebagian lagi digoreng. Ia bahkan sempat memberikan daging mayat yang sudah dimasak itu kepada ayahnya yang dikatakan bahwa itu adalah daging kambing. Setelah diselidiki, ternyata kebiasaannya itu bukan yang pertama kali dilakukannya. Ia mengaku pernah menggali sebuah kuburan sebelumnya. Di rumahnya yang sangat sederhana, polisi juga menemukan beberapa pakaian yang bukan miliknya. Diperkirakan itu adalah pakaian orang-orang yang telah dibunuh dan dimakan dagingnya. Ia juga mengaku pernah membunuh dua orang yang bermaksud merampoknya lalu kemudian memakan daging mereka. Orang-orang yang mengenalnya mengatakan bahwa lelaki kanibal yang bernama Sumanto itu mempunyai kebiasaan aneh selain memakan daging manusia. Ketika masih berada di Lampung, ia suka membunuh anjing dan memakan dagingnya mentah-mentah. Pada saat di tahanan pun, ia menangkap cicak yang ada di ruang tahanan serta memakannya mentah-mentah.

Sumanto kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan polisi. Setelah melalui pemeriksaan kejiwaan, tidak ditemukan suatu kelainan jiwa yang menyebabkan dia melakukan itu. Menurut pengakuannya, ia mau melakukan itu karena memenuhi tuntutan ilmu yang sedang dipelajarinya karena Sumanto dikenal sebagai orang yang suka mempelajari ilmu-ilmu gelap. Ia mengaku memiliki kesaktian dan punya banyak jimat. Ia mengatakan kalau sudah memakan daging manusia dalam jumlah yang ditentukan, maka ia akan menjadi segera kaya raya, kebal dan bisa menghidupkan orang mati.

Kisah Sumanto memberikan kepada kita pelajaran yang sangat berharga agar kita: Jangan bermain-main dengan kuasa kegelapan. Iblis tidak pernah merencanakan keuntungan dan hidup bahagia bagi kita. Dia penipu dan ia akan berusaha memperbudak kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji dan menjijikan. Meskipun ia menawarkan keuntungan, tetapi akhir dari semua itu adalah kehancuran.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh” (1 Petrus 5:8-9a). Jadi kuasailah dirimu dalam segala hal, jangan dikuasai ambisi sehingga kita rela melakukan apa saja untuk memenuhi ambisi kita.

Doa: Bapa, tuntun aku senantiasa agar aku tidak memberi kesempatan pada Iblis untuk menipu dan memperhambaku. Berilah aku penguasaan diri dalam segala hal sehingga aku tetap berjalan dalam kebenaranMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Sekedar Memuaskan Nafsu

Bacaan : Galatia 5:19-21; Roma 6:1-23



Ada sebuah kisah nyata pada tahun 1992, Jeffry Dahmer dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Amerika Serikat, karena telah membunuh 17 orang anak-anak. Polisi menemukan daging manusia setengah matang di dalam kulkasnya. Sungguh menjijikan!

Pada tahun 1995, kasus yang sama terjadi di Jerman. Seorang pria berusia 33 tahun diadili karena telah merampok dan membunuh. Di pengadilan ia mengaku telah memakan organ bagian dalam dari korbannya.

Pada hari Kamis, 4 Desember 2002, koran Jawa Pos mengangkat berita dengan topik yang sama, yaitu tentang manusia pemakan daging, alias kanibal. Armin M. 41 tahun, memakan Bern Juergen, 42 tahun.

Pada hari naas itu Bern Juergen yang adalah seorang teknisi di Siemens, dengan meminta ijin dari atasannya dengan alasan ada urusan pribadi dan hari itu juga ia menjual mobilnya. Ternyata Bern Juergen pergi menemui Armin, setelah ia membaca sebuah iklan di internet. Iklan itu berisi, ”Dicari seseorang berpostur bagus yang bersedia dibunuh dan dimakan!”. Bern Juergen menemui Armin di Rotenburg. Kedua orang yang sama-sama homoseksual dan kanibalistik itu sepakat memotong alat vital Bern Juergen, menggoreng lalu memakannya bersama. Setelah itu, Armin menusuk tenggorokan Bern Juergen, memotog-motong tubuhnya dan menyimpan sebagian di dalam kulkas, sementara sisanya dikubur. Armin merekam seluruh proses pembunuhan tersebut. Setelah memakan korban pertama itu, Armin kembali memasang iklan yang sama di internet. Dengan tidak disangka-sangka ternyata ada 5 orang lagi yang meresponi iklan itu.

Sungguh tidak dapat dibayangkan! Betapa brutalnya perilaku yang kita baca barusan. Kita sebagai manusia terkadang secara tidak sadar sudah diputar balikan oleh hawa nafsu yang salah. Motif dan keinginan untuk memuaskan hawa nafsu sepertinya sudah menjadi hal yang utama bagi manusia. Coba kita perhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada orang-orang yang berada di sekeliling kita! Masing-masing orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Masing-masing orang mencari cara untuk memuaskan keinginan yang ada di dalam hatinya. Orang sudah tidak peduli apakah cara yang dipakainya itu benar atau tidak? Yang penting keinginannya terpenuhi.

Kita mungkin berpikir, ”Tetapi saya khan tidak seperti itu, saya tidak membunuh sesadis seperti yang dilakukan oleh Armin.Hari ini mari kita renungkan: Cara apa saja yang telah kita tempuh untuk mencapai segala keinginan-keinginan kita? Mungkin tidak kita sadari, kita telah bertindak sesuka hati hanya untuk memuaskan keinginan hati, misalnya: berseteru, ”perang dingin” dengan teman, membiarkan iri hati merajalela karena tidak puas dengan apa yang sudah dicapai, ada percederaan dengan sesama karena tidak sependapat, membiarkan amarah menguasai hati karena keinginan yang tidak terpenuhi,dll.

Paulus mengatakan hal yang sama pada jemaat di Galatia, ”Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”.

Maka kita harus tetap waspada dan menjauhkan diri dari segala tindakan yang bertujuan untuk memuaskan diri sendiri. Karena mencari kepuasan diri adalah bagian dari keinginan daging, yaitu dosa yang lama-kelamaan akan menggiring kita kepada maut.

Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23a). Oleh karena itu bagi Anda yang sekarang masih ada di dalam kuasa dosa dan terbelenggu oleh hawa nafsu. Terima Yesus Kristus dalam hidup Anda dan lahir baru di dalamNya. Atau bagi Anda yang sudah ikut Tuhan Yesus tetapi belum lahir baru, segeralah bertobat dan berubah. Masih ada kesempatan bagi Anda selama Anda mau berubah dan mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik.

Jika Aku Tidak Mempunyai Kasih...

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan

semua bahasa manusia dan bahasa malaikat

tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,

aku sama dengan gong yang berkumandang

Dan canang yang bergemerincing.

sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat

dan aku mengetahui segala rahasia

dan memiliki seluruh pengetahuan;

dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna

untuk memindahkan gunung,

tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,

aku sama sekali tidak berguna.

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu

yang ada padaku,

bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar,

tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,

sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu

Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan

tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan

kesalahan orang lain.

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,

tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu,

percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,

sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih tidak berkesudahan (1 Korintus 13:1-8).

Jalan Kembali Yang Terjal

Bagi mereka yang terlibat dalam hubungan seksual yang menghancurkan, jalan untuk kembali tidaklah mudah. Tidak pernah mudah mengakui dosa-dosa Anda, menerima tanggung jawab dari pilihan yang Anda buat, dan mengakui bahwa Anda tidak akan mampu mengatasi hasrat yang Anda biarkan menjadi tidak terkendali tanpa bantuan Allah dan orang-orang lain.

Mengakui bahwa masalahnya bukan hanya pada kurangnya pengendalian diri atau sedikit penilaian yang salah memang selalu menyakitkan. Akan sangat mengganggu mengakui bahwa masalah Anda berakar dari pemujaan berhala, bahwa Anda lebih memuja keintiman seksual daripada Allah, dan bahwa tanpa kesediaan untuk secara radikal diubah oleh Allah, maka masalah-masalah Anda itu akan terus berlanjut.

Alkitab tidak menganggap dosa seksual sebagai masalah kecil yang dapat diselesaikan dengan beberapa nasehat dan sedikit “penyesuaian”. Berkenaan dengan hasrat-hasrat seksual yang mampu mengalahkan orang seperti Raja Daud, Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa ada waktunya untuk merendahkan diri sendiri dan lari. Karena menyadari kuatnya godaan seksual, Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri” (1 Korintus 6:18). Kepada seorang pendeta muda bernama Timotius, Paulus menulis, “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2 Timotius 2:22).

Dosa seksual tidak dapat diperbaiki dengan berjanji pada diri sendiri untuk berbuat lebih baik lain waktu. Dosa itu hanya dapat dihadapi dengan secara jujur mengakui akar hasrat hati Anda, datang kepada Allah dan orang-orang yang telah Anda lukai dengan hati bersih, serta mengarahkan kembali hati Anda kepada Allah.

Yang terpenting adalah kita harus menggunakan kesadaran terhadap dosa kita sebagai alasan untuk lari menuju pelukan dan telapak tangan Kristus yang terluka. Berlari ke salibNya. Berpegang teguh pada kebenaran bahwa ketika Kristus mati, Dia menebus setiap dosa seksual dan setiap dosa-dosa lain yang telah Anda buat. Mintalah pertobatan yang ditawarkan Allah bagi mereka yang percaya kepada Putra-Nya.

Saat Anda percaya pada pengampunan dalam Kristus, pastikan bahwa Anda melakukannya dengan hasrat untuk menggantikan dosa seksual dengan kebajikan dan kasih. Janganlah memperlakukan pengampunan itu sebagai suatu cara lain untuk menghindari penderitaan. Ujilah cinta Anda dengan melihat apakah Anda bersedia berbagi penderitaan dengan orang-orang yang telah Anda lukai dengan pilihan perilaku seksual Anda. Jika penyesalan Anda tulus, jika Anda benar-benar menginginkan untuk hidup dalam kekuatan pertobatan Allah dan dalam kemurnian Roh Kudus-Nya, dan jika Anda sungguh-sungguh hancur karena dosa, maka Anda tidak akan meminta orang lain untuk memaafkan dan melupakan apa yang telah Anda perbuat terhadap mereka.

Jika pengalaman Anda seperti yang telah dikemukakan dalam tulisan ini, maka Anda memiliki alasan untuk memerhatikan bahwa mereka yang telah menderita karena dosa Anda, sedang bergumul setiap hari dengan luka yang Anda timbulkan. Meminta mereka untuk melupakan berarti menimbulkan hukuman dan beban yang lebih berat bagi mereka. Kenikmatan dan hasrat hidup dapat ditemukan kembali, tetapi bukan dengan memaksa orang lain untuk melupakannya, melainkan dengan menunjukkan kepada mereka perubahan yang telah Allah lakukan pada diri Anda. Perubahan akan datang saat Anda lebih memerhatikan penderitaan yang dirasakan orang lain daripada kepuasan sesaat Anda.

Ini adalah jalan untuk menuju cinta sejati. Inilah jalan bagi kita untuk bisa melangkah dengan Dia yang bukan hidup untuk diriNya sendiri dan bukan untuk sesaat, melainkan untuk kita. Dan untuk kebahagiaan abadi dengan Dia. Inilah jalan yang menunjukkan kesadaran tertinggi bahwa kita diciptakan untuk memiliki hasrat.

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------