Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e hënë

Dosa Warisan


Manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia dan sekaligus sebagai mahkota dari segala ciptaanNya (Mazmur 8:1 – dst). Sebagai mahkota ciptaan Tuhan, manusia mendapat tugas dan tanggung jawab yang besar, yaitu mengelola alam semesta demi kesejahteraan bersama. Sebagai mahkota ciptaan Tuhan juga, manusia dijadikan menurut citra atau gambar Allah (Kej 1:26-28). Tidak berarti bahwa keberadaan manusia sama dengan seperti Allah. Manusia juga bukan sebagai duplikat atau foto copy dari Allah. Hakekat Allah adalah roh dan tidak terbatas. Hakekat manusia bersifat jasmani dan dibatasi oleh ruang dan waktu.

Manusia dijadikan oleh Allah menurut citra/gambar Allah dalam wujud jasmani dan sekaligus rohani. Alkitab menjelaskan masalah tersebut dalam bentuk kiasan, yaitu ketika Allah berkenan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya (Kejadian 2:7). Demikianlah manusia menjadi makhluk yang hidup seutuhnya seperti yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Sebagai citra/gambar Allah bukan berarti manusia memiliki martabat sebagai pribadi. Dia atau manusia bukan hanya sesuatu tetapi seseorang yang dalam hidupnya harus bisa mencerminkan kehendak Allah. Allah penuh kasih setia, adil dan benar. Maka kasih setia, keadilan dan kebenaran Allah juga harus tercermin dalam hidup manusia. Manusia dijadikan oleh Allah sebagi laki-laki dan perempuan (Kejadian 2:18, 23). Artinya, manusia dijadikan dalam persamaan yang sempurna. Di satu pihak, sebagai pribadi manusia di pihak lain dalam keberadaannya sebagai laki-laki dan perempuan. Baik laki-laki dan perempuan, keduanya adalah yang baik di mata Allah dan keduanya juga sudah dipersekutukan dalam ikatan kasih. Manusia juga ditempatkan oleh Tuhan dalam Taman Firdaus atau Taman Eden. Sesuai dengan rencanaNya, manusia dipanggil untuk, ”mengolah bumi dan segala isinya dan sekaligus memenuhi bumi ini” (Kejadian 1:28). Manusia menjadi penguasa di atas bumi yang diciptakan Allah.

Kebaikan dan karya Allah tidak terbatas. Namun manusia meremehkan sekaligus menyalahgunakan kebaikan dan karyaNya. Manusia tidak menghargai kedudukannya yang mulia di antara segala ciptaan Allah. Hanya karena ingin menjadi sama dengan Allah, manusia terbujuk oleh godaan Iblis supaya memberontak melawan Allah dan sekaligus memutuskan hubungannya dengan Allah (Kejadian 3:5-6, 22). Inilah yang disebut dengan dosa.

Kata dosa, dalam bahasa Yunani, hamartano, mempunyai beberapa arti; (1). Meleset, menyimpang dari sasaran, (2). Kehilangan tujuan (lih. Kel 20:20; Amsal 8:36), dan bengkok, keliru, berbuat salah.

Di samping kata hamartano juga ada kata anomia yang artinya (1). Tidak adanya kepercayaan kepada pribadi yang memberi hukum, ketidaktaatan, ketidaksetiaan (lih. Iyoh. 3:3; 4:8), (2). Memberontak terhadap kekuasaan yang syah (bdk. 1Raja. 12:19; 2Raj 8:20). Juga pemberontakan terhadap hukum Tuhan (Yesaya. 1:12; Hos 8:1).

Jadi yang dimaksud dengan pengertian dosa itu bukan hanya soal salah atau benar, juga bukan soal kekhilafan, tetapi menyangkut hubungan dengan Allah yang baik dan yang benar itu. Dalam pemberontakannya terhadap Allah manusia ingin menjadi sama seperti Allah dan sekaligus memutuskan hubungannya dengan Allah.


Jadi yang dimaksud dengan dosa, tidak lain adalah pemberontakan dan pemutusan hubungan dengan Allah dan selanjutnya hidup di jalan yang tidak benar, atau menyimpang dari tujuan yang benar.

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:4-5). Maka dari itu karena bujukan si ular, Adam dan Hawa akhirnya memakan buah kuldi, buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang menjadi larangan dari Tuhan.

Mereka sadar telah membuat kesalahan di hadapan Tuhan dan mereka takut karena mereka tahu mereka telah telanjang.

Tuhan Allah yang marah memberi hukuman pada manusia atas dosa mereka.

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.(Kejadian 3:16-19). Hukuman atas dosa itu diteruskan sampai keturunan Adam dan Hawa yaitu kita manusia. Oleh karena itu iman Kristen mengenal adanya dosa warisan, dimana manusia telah berdosa karena pemberontakannya dan kejahatannya di mata Allah, maka dari itu Tuhan Allah mengutus anakNya untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Lalu apa saja sih dosa warisan yang harus kita tanggung?

Dari ayat di atas diterangkan bahwa para perempuan, dia akan merasa kesakitan yang amat banyak waktu melahirkan. Untuk para laki-laki, akan bersusah payah dalam mencari rejeki untuk memberi nafkah keluarganya. Dan karena belenggu dosa, semua manusia pada akhirnya akan mati, dari debu kembali ke debu, menjadi kuasa kerajaan maut.

Nuk ka komente:

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: