Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e hënë

MENGAPA KRISTUS DISALIBKAN

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. (Efesus 2:8)

Kita sering nendengar pertanyaan ini dilontarkan, khususnya sekarang ini. Jawabnya yang jelas terdapat dalam pengakuan iman Kristen – ”Sesungguhnya bagi kita manusia dan bagi keselamatan kita, Dia turun dari sorga dan lahir pada Roh Kudus melalui perawan Maria. Dia telah menjadi seorang manusia dan disalibkan bagi kita pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Dia telah menderita dan telah dikuburkan dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati dan naik ke sorga”.

Berikut ini beberapa bukti perlunya kematian penebusan Kristus di atas salib :

1. Perlunya keselamatan

Tidak dapat diragukan lagi bahwa semua manusia membutuhkan keselamatan, karena dosa ada dalam setiap hati manusia. Roma 3:23 berkata, ”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Yesaya, seorang nabi, dalam pasal 53:6 berkata, ”Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpahkan kepadanya kejahatan kita sekalian”. Yohanes dalam suratnya yang pertama pasal 1 ayat 8 – 10 berkata, ” Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita”.

Dalam hati setiap orang ada satu kesadaran bahwa pertobatan saja tidak dapat menghapuskan dosa masa lalu. Tentu ada jalan yang lebih efektif untuk mendapatkan pengampunan; ini berarti harus ada ”penebusan”. Kalau tidak demikian, bagaimanakah kita dapat menjelaskan adanya korban-korban sejak mula, dan penyebarluasan pengetahuan akan korban di antara semua agama di dunia ini.

Tidakkah konsep ini memenuhi kebutuhan yang ada dalam hati setiap orang berdosa akan penebusan dari dosanya?

2. Bukti Akal Budi.

Kita semua membaca dan mengetahui bahwa Allah itu suci adanya dan manusia penuh dengan dosa, dan dosa merupakan satu penghinaan atas nama Allah dan merusak citra manusia yang diciptakan Allah menurut gambar dan rupaNya. Dengan demikian manusia layak mendapat hukuman Allah. Allah akan tidak adil kalau tidak menghukum orang berdosa. Pertobatan, hanya sekedar kembali pada ketaatan, tidak dapat memberikan kebenaran yang diinginkan. Tidak ada unsur penebusan dalamnya; yakni penebusan atas dosa masa lalu. Kehormatan, keadian dan kesucian Allah tidak dapat dipuaskan dengan pertobatan saja.

3. Penebusan memenuhi tuntutan Hukum Taurat

Hukum illahi tidak dapat menyangkali haknya untuk menjatuhi hukuman, karena dikatakan, ”Sebab upah dosa adalah maut” (Roma 6:23). Hukum menuntut hukuman bagi pelanggarnya. Hukum yang membiarkan pelanggar bebas, bukanlah hukum. Hukum adalah ”penuntut hukum” dan penuntut hukum tidak akan meloloskan tuntutan hukum agar pelanggar dihukum; atau ia akan diremehkan karena tidak menjadi pelaksana yang jujur dari keadilan illahi. Tegasnya, hukum, hukum illahi, menuntut hukuman bagi pelanggarnya, atau penebusan bagi dosa-dosanya. Di sinilah selayaknya hati kita dipenuhi dengan pujian dan syukur karena Kristus telah mempersembahkan penebusan ini pada manusia; dan sebagai akibatnya, setiap orang yang menerima Dia sebagai Juruslamat akan mendapatkan, dalam namaNya, pengampunan dosa itu. Berkat bagi seluruh umat manusia adalah bahwa penebusan dari Kristus ini mencakup semua orang sehingga tidak ada lagi yang berkata bahwa Kristus tidak mati bagi dirinya.

Betapa indahnya kata-kata dalam Yesaya 53:12, ”Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”. Paulus berkata dalam Ibrani 5:8-9, ”Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya”.

4. Penebusan memenuhi kebutuhan moral manusia.

Adalah benar bahwa setiap orang memiliki sifat moral dan satu kesadaran yang mampu menghargai ukuran keadilan dan kekudusan. Jika dia tidak dipuaskan dengan dosanya, dan tidak menemukan penebusan, maka rohnya gelisah dan nuraninya terganggu.

Kita sepakat bahwa manusia, lepas dari kejatuhannya dalam melakukan dosa, masih memiliki nurani yang tidak dirusakkan. Kekuatan moral ini tetap dapat membedakan yang baik dari yang jahat dan dapat memutuskan hukuman atau pahala.

Hal ini dapat mempengaruhi kecondongan manusia kepada dosa, tetapi tidak dapat membenarkannya. Ia percaya hukum itu baik, tetapi hukum tidak dapat membenarkan. Hukum, kata Paulus, memimpin kita kepada Kristus.

Demikian juga dengan suara hati, atau kesadaran akan dosa, menuntut untuk kita seorang perantara yang benar, yang menebus dosa-dosa kita; tetapi dengan seluruh kepentingan kebenaran ini semua manusia berusaha mengatasi masalah nurani ini dengan amal baik dan kebenaran diri sendiri, dengan menganggap bahwa amal baik dapat disejajarkan dengan kasih karunia Allah.

5. Rencana Allah untuk penebusan.

Seandainya tidak ada sebab bagi penebusan, tentulah Allah tidak akan merencanakannya. Yesus berkata dalam Matius 20:28, ”sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Juga dalam Yohanes 3:16, ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Dalam Galatia 4:4, Paulus berkata, ”Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus anakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada Hukum Taurat”.

Semua ayat-ayat indah ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah mengasihi manusia dengan satu kasih yang mengagumkan, kaya dalam kemurahan. Kasih ini, yang berlimpah dalam kemurahan, telah menjelma di dalam Yesus, yang mengungkapkan hal itu dengan penebusan yang disempurnakanNya di kayu salib, agar semua orang tahu bahwa Allah tidak hanya suci dan adil, tapi juga kasih adanya. Penebusan membangunkan nurani orang berdosa dengan kasih, dan kasih adalah ikatan yang menghubungkan Dia kepada salib, yang mana tanpa itu Allah tidak dapat membuktikan kasihNya. Sebab itu Yesus berkata :” .....Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu”.

Saudara pembaca yang budiman, kita hidup pada zaman yang penuh dengan berbagai suara. ”Lihatlah satu contoh hidup baru dan ikutilah”. ”Di sini ada persaudaraan baru, terimalah itu”. ”Kami mengulurkan tangan untuk menolong”. Tetapi semua suara yang tidak mengindahkan salib Kristus adalah hampa. Tanpa salib, semua hidup baru akan gagal, dan persaudaraan baru hanyalah satu kebohongan dan ”uluran tangan” akan beralih pada todongan senjata.

Kesalahan generasi kita sama dengan kesalahan bangsa Yunani dan Yahudi kuno, dalam pengertian mereka tentang salib, melihatnya sebagai kebodohan, kelemahan, tidak berfaedah dan satu batu sentuhan. Dalam perkiraan mereka yang keliru itu mereka telah lupa seruan minta tolong, atau berkata, ”Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Mereka telah melupakan kata-kata hikmat yang dikatakan dalam Amsal 14:34, ”Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa”.

Selesai.

Nuk ka komente:

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: