Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e premte

Sukacita Dalam Penderitaan

Bacaan 2 Korintus 8:1-12



Berkali-kali Rasul Paulus di dalam beberapa suratnya menekankan agar orang-orang percaya dapat mengisi hidup mereka dengan bersukacita. Di dalam bacaan hari ini, ia memberikan contoh jemaat Makedonia yang sekalipun dicobai dengan penderitaan yang berat, mereka tetap dapat bersukacita. Ada beberapa macam suacita.

Pertama, bersukacita karena apa yang diinginkan didapakan. Sukacita model ini adalah sukacita yang dapat dialami oleh setiap orang. Banyak orang yang tidak bisa bersukacita bila yang diinginkan belum mereka dapatkan. Mengapa? Karena mereka tidak punya pengharapan! Rasul Paulus mengajarkan bahwa sekalipun kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus tetap bersukacita. ”Bersukacita dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma12:12)

Kedua, bersukacita karena penderitaan orang lain. Mengapa ada orang-orang yang malah bersukacita karena melihat orang lain menderita atau mengalami ketidakadilan. Mereka malah menertawakan sembari berkata, ”Emang enak?” Ada orang yang bersukacita karena melihat orang lain tidak lebih baik keadaannya daripadanya, tidak lebih kaya daripadanya, tidak lebih berhasil daripadanya, tidak lebih pandai daripadanya. Mengapa? Karena mereka tidak mmepunyai kasih! Rasul Paulus mengajarkan bahwa kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan, ”Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran” (1Korintus 13:6).

Ketiga, bersukacita karena orang lain mendapatkan sesuatu yang baik. Sukacita model ini memang agak langka. Mengapa? Karena masih banyak orang yang memikirkan kepentingannya sendiri, egois dan tidak mau kalah dengan orang lain. Masih banyak orang yang belum dapat menyelami arti firman ”kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” maka sulit baginya untuk turut bersukacita bersama dengan orang yang bersukacita karena orang lain itu di pemandangan matanya bukanlah bagian anggota tubuh Kristus dimana ia adalah anggotanya juga. ”Karena itu jika salah satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita” (1 Korintus 12:26). Rasul Paulus mengingatkan kita untuk bersukacita dengan orang yang bersukacita. ”Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita ...” (Roma 12:15).

Keempat, sukacita karena Tuhan. Sebenarnya ada banyak hal yang dapat membuat kita bersukacita karena Tuhan, tetapi mengapa kita tidak bisa bersukacita? Pertama, karena kita tidak melihat segala sesuatu dalam perpektif kekekalan. Kedua, karena kita tidak dapat menikmati ”perjalanan hidup” kita, kita terlalu sibuk dengan detil-detil yang kecil, atau bahkan hal-hal yang bisa menghilangkan sukacita itu. Sukacita karena Tuhan adalah sukacita yang sesungguhnya, yang mendatangkan kekuatan atau perlindungan bagi kita. ”......Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8:11b).

Nuk ka komente:

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: