Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e hënë

09. GEREJA YANG KUDUS DAN AM; PERSEKUTUAN ORANG KUDUS

1. Gereja

Gereja bukan sekedar persatuannya orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Juga bukan sebuah organisasi yang menampung para pengikut Yesus. Gereja adalah buah karya Roh Kudus. Kehadiran Gereja tidak bisa dilepaskan dari rencana karya Allah. Tidak berlebihan juga kalau dikatakan bahwa dunia ini diciptakan demi nama Gereja.

Pemanggilan Abram dari Ur-Kasdim merupakan persiapan bagi pendirinya Gereja dan kepadanya Allah berjanji bahwa ia akan menjadi bapa orang beriman. Persiapan ini mulai mendapat bentuknya yang pertama kali dalam pemilihan bangsa Israel sebagai umat Allah yang dikasihi (lih. Kel. 19:5-6; Ul. 7:6). Tetapi dalam perjalanan umat Tuhan (Israel) hubungan dengan Allah sering terputus. Bahkan para nabi menuduh Israel telah mengkhianati hubungannya yang khusus dengan Allah dan bertingkah seperti pelacur (lih. Hosea 1; Yesaya 1:2-4; Yeremia 2). Tetapi Allah berkenan memperbaharui perjanjian-Nya (lih. Yer. 31:31-34; Yes. 55:3).

Asal-usul kata Gereja tidak jelas. Mungkin berasal dari bahasa Portugis, igreja. Kata igreja adalah ejaan Portugis untuk kata ecclesia dari bahasa Latin, yang ternyata berasal dari kata Yunani, ekklesia, yang artinya, kumpulan atau pertemuan. Kata ini diperkenalkan oleh bangsa Portugis ketika mengabarkan Injil ke Indonesia. Dalam bahasa Inggris, church, diambil dari kata Yunani, kuriaka yang artinya, milik Tuhan. Sedangkan kata yang sering dipakai dalam Alkitab adalah, ekklesia (dari kata kerja Yunani, ekkalein, yang artinya, memanggil keluar). Oleh karena itu Gereja berarti, persekutuan orang percaya sebagai buah sulung yang dipanggil dan dikuduskan bagi Tuhan.

Sebenaarnya ada tiga tugas pokok Gereja sebagai Tubuh Kristus di dunia ini, yaitu :

  1. Persekutuan
  2. Kesaksian
  3. Pelayanan

2. Gereja yang Kudus dan Am

Paulus menggambarkan bahwa Gereja yang terdiri dari orang-orang yang sudah dikuduskan oleh Roh Kudus itu sebagai Tubuh Kristus sendiri (1Kor. 12:12-13). Pengertian dikuduskan tidak sama dengan disucikan, atau tidak berdosa, tetapi dikhususkan oleh Kristus. Oleh sebab itu setiap umat Tuhan ikut bertanggung jawab atas kekudusan yang sudah menjadi miliknya. Gereja yang kudus mempunyai tugas dan panggilan yang khusus pula, yaitu melanjutkan karya Tuhan Yesus sampai kedatangan-Nya yang kedua kali.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa lahirnya Gereja Tuhan berkaitan erat dengan kedatangan Roh Kudus. Jadi dapat dikatakan bahwa Gereja sejak Roh Kudus dicurahkan kepada orang beriman. Gereja telah mendapatkan bentuknya yang nyata, yaitu persekutuan orang-orang percaya. Mungkin karena saat itu jumlah umat Tuhan masih belum banyak, maka mereka dapat mewujudkan persekutuan itu dengan baik, seperti yang dikehendaki oleh Yesus Kristus sendiri. Mereka selalu tekun dalam pengajaran para rasul dan selalu berada dalam suasana sehati sepikir dala mkehidupan bersama seperti yang digambarkan dalam Kis. 2:1-47. Mereka juga tidak pernah lupa menyampaikan Kabar Baik (Injil) kepada sesamanya.

Apa yang diperbuat oleh orang beriman saat itu mencerminkan kekudusan Gereja. Di pihak lain, Gereja juga menghadapi hambatan. Mula-mula hambatan itu berasal dari bangsa Yahudi itu sendiri. Bangsa Yahudi merasa tidak senang melihat ajaran Yesus yaang terus berkembang melalui usaha murid-muridNya. Bangsa kafir, khususnya bangsa Romawi pun mulai tidak menyenangi kehadiran umat Allah. Mereka menyebut para pengikut Kristus sebagai Christianoi, yang artinya, pengikut Kristus (lih. Kis 11:26). Agaknya sebutan Christianoi merupakan ejekan yang ditujukan kepada umat Tuhan. Tetapi akhirnya umat Tuhan merasa senang memakai sebutan itu.

3. Gereja Jaman Bapa-bapa Gereja

Di abad II, Gereja menghadapi tantangan dari ajaran Gnstik, yaitu ajaran yang mencampuradukkan ajaran Yahudi dengan filsafat Yunani dan iman Kristen. Aliran Gnostik mengajarkan bahwa Allah dalam Perjanjian Lama tidak sama dengan Allah dalam Perjanjian Baru. Manusia adalah sebagian kecil dari Roh Allah yang Mahatinggi. Atau dapat juga dikatakan bahwa manusia itu seperti bunga api dari Api Besar. Sebagai bunga api (yang kecil) manusia harus kembali ke Bunga Api yang besar itu. Sedangkan Yesus adalah utusan Allah, yang keberadaannya serba maya atau tidak jelas.

Di samping menghadapi ajaran Gnostik yang menyesatkan, Gereja juga menghadapi pernyataan besar tentang hubungan antara Yesus dengan Allah. Yesus sebagai Anak dan kemudian tentang Roh Kudus. Pertanyaan inilah yang menjadi awal persoalan Tritunggal.

Untuk menjawab soal itu, dalam tahun 325, Gereja mengadakan Konsili (rapat besar) di Nicea. Dalam Konsili Nicea ini diputuskan bahwa antara Allah, Yesus dan Roh Kudus adalah sehakekat.

Agaknya rumusan dari Konsili Nicea masih belum memuaskan, sehingga dalam th. 381 diselenggarakan lagi Konsili di Konstatinopel, keputusan di Nicea dipertegas dan Pengakuan Iman Rasuli (Credo Apostplicum) dirumuskan. Sesudah Konsili Konstatinopel masih ada dua konsili lagi, yaitu yang diadakan di Efesus pada th. 431 dan Kalcedon pada tahun. 451.

4. Gereja Reformasi

Perkembangan Gereja tidak diimbangi dengan kesadaran umat Tuhan selaku pengemban tugas dari Tuhan Yesus. Sehingga dalam usaha mewujudkan tugas dan panggilan Tuhan sering terjadi penyimpangan. John Wyclif (1330 – 1384) memberikan kritik atas peranan Paus yang mulai menyimpang dari kehendak Tuhan. Namun kritikan-kritikan yang dialamatkan kepada Gereja tidak ditanggapi. Bahkan ketika Paus hendak mendirikan sebuah gedung gereja di Vatikan mengeluarkan ”Surat Pengampunan Dosa”. Setiap orang Kristen diharuskan membeli surat ini apabila ingin mendapatkan pengampunan dosa. Bahkan Surat Pengampunan Dosa ini juga berlaku untuk orang yang sudah meninggal.

Penjualan Surat Pengampunan Dosa membangkitkan kesadaran Martin Luther untuk mengadakan pembaharuan Gereja. Berdasarkan isi surat Paulus kepada jemaat Roma (Rm. 1:17-16), Martin Luther merumuskan sikapnya terhadap Gereja dengan menulis ”95 Dalil”, yang kemudian ditempelkan di depan pintu gereja di Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. Tanggal itu selanjutnya dianggap sebagai awal pembaharuan gereja.

Menurut Martin Luther, orang dibenarkan oleh Allah hanya karena iman. Semboyannya yang terkenal ialah: Sola Fide, Sola Gracia dan Sola Scriptura, yang artinya, hanya oleh iman, anugerah dan Firman saja. Sebenarnya saat itu Martin Luther berharap kiranya Gereja mau mengadakan pembaharuan dan kembali pada maksud dan tujuan Gereja seperti yang dikehendaki Tuhan. Tetapi sikap Martin Luther menimbulkan kemarahan pihak Gereja sehingga ia harus dikeluarkan dari Gereja. Sejak itu Gereja yang semula satu sekarang menjadi dua, yaitu Gereja Katolik dan Gereja Reformasi atau yang kemudian dikenal dengan nama Gereja Protestan. Disamping memperbaharui Gereja, Martin Luther juga menterjemahkan Alkitab dalam bahasa Jerman. Ia juga menulis buku katekisasi, yang lebih dikenal dengan buku Katekismus Besar dan Katekismus Kecil. Buku ini merupakan ajaran dasar bagi Gereja Protestan aliran Lutheran.

Di samping Martin Luther juga muncul tokoh pembaharu Gereja lainnya, yaitu Calvin (1509 – 1564), yang berasal dari Perancis. Ciri khas ajaran Calvin ialah kepercayaan mutlak kepada kekuasaan Allah dalam segala bidang kehidupan bertitik berat pada kekuasaan Alkitab sebagai Firman Tuhan. Dunia adalah ciptaan Tuhan dan setiap pekerjaan yang baik adalah panggilan Tuhan. Di samping itu ia menulis sebuah buku yang terkenal, ialah Chistianae Religiones Institutio.

1 koment:

Joko Sriyanto tha...

Am itu dari bahasa apa Pak...? dan apa artinya...?

soalnya teman2 proestan saat saya tanya banyak yg nggak tahu pada hal setia hari minggu diucapkan

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: