Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e mërkurë

BAB II KAKI KIRI NERAKA

Bau busuk memenuhi ruangan, Yesus berkata kepadaku," Di dalam kaki kiri neraka banyak terdapar sumur-sumur sempit dan dalam. Terowongan ini buntu dan tidak berhubungan dengan terowongan yang lain tetapi kita akan berada di sini beberapa waktu.
Perkara-perkara yang akan kamu lihat ini akan selalu teringat di dalam hidupmu. Dunia harus tahu akan adanya neraka. Banyak orang-orang dunia dan bahkan umatKu sendiri tidak percaya bahwa neraka itu benar-benar ada. Engkau telah Aku pilih untuk menyingkapkan kebenaran ini kepada mereka. Segala sesuatu yang akan Aku tunjukkan kepadamu adalah nyata dan benar-benar ada.
Yesus menyatakan diriNya kepadaku dalam bentuk cahaya yang sangat terang, lebih terang dari cahaya matahari. Wujud tubuhNya ada di tengah-tengah cahaya tersebut. Kadang-kadang saya melihat Yesus dalam wujud manusia, tetapi pada kesempatan yang lain Dia dalam wujud Roh.
Dia berbicara lagi,"AnakKu, ketika Aku berbicara, Bapapun berbicara, Bapa dan Aku adalah satu. Ingatlah untuk mengasihi di atas yang lainnya dan saling mengampuni satu sama lain. Mari sekarang ikuti Aku."
Sewaktu kami berjalan roh-roh jahat lari menjauhi hadirat Tuhan. "Oh Tuhan,"saya berteriak,"Apa lagi selanjutnya?"
Semua yang ada di neraka memiliki panca indra. Dan saat itu panca indraku menjadi benar-benar peka. Ketakutan mencekam di setiap saat dari sisi dan bahaya yang mengerikan mengancam dimana-mana. Setiap langkah yang saya lalui selalu menegangkan daripada langkah-langkah sebelumnya.
Ada sebuah pintu di ujung terowongan, berukuran seperti jendela kecil, yang selalu membuka dan menutup cepat sekali. Teriakan menakutkan muncul begitu makluk-makluk jahat beterbangan di atas kami dan keluar pintu-pintu tersebut. Segera kami berada diujung terowongan. Saya sangat gemetar karena bahaya dan ketakutan yang mencekam sekelilingku.
Kami melangkah masuk lewat jalan setapak yang kanan kirinya merupakan hamparan tanah yang luas. Dimana-mana terdapat sumur-sumur api yang bergaris tengah 1.25 meter dan dalamnya 1 meter, berbentuk seperti mangkok. Sumur-sumur itu dikelilingi oleh api-api yang menyala-nyala, panas membara. Di setiap lubang sumur tedapat orang-orang yang tersesat yang telah mati dan tiba di neraka. Api mulai menyala dari dasar sumur, dan menyambar-nyambar ke atas dan membakar jiwa-jiwa tersebut. Kadang-kadang api padam, hanya membara sebentar tetapi kemudian menyala lagi menyambar-nyambar menyiksa jiwa-jiwa yang ada di dalamnya.
Saya mendengar ratapan dari pusat sumur yang pertama dan terlihat sesosok tengkorak, "Tuhan ," saya berseru tertahan, "Tidak dapatkah Engkau mengeluarkan mereka?" Betapa mengerikan pemandangan tersebut! Saya berpikir ………seandainya ini terjadi atas diri saya ?! "Tuhan betapa pedihnya menyaksikan jiwa-jiwa yang hidup berada di tempat ini."
Saya mendengar seruan ratapan dari pusat sumur yang pertama. Jiwa itu meratap, "Yesus, kasihanilah aku." "oh Tuhan," saya tertegun.
Itu suara seorang wanita. Saya memandang kepadanya dan ingin menarik dia keluar. Apa yang saya lihat itu membuat hati saya hancur.
Sesosok tengkorak wanita yang berselimutkan asap kotor berwarna ditempeli beberapa potong daging yang sudah meleleh terbakar, berjatuhan ke bawah dan berbau busuk. Tidak ada rambut di kepalanya dan pandangan matanya kosong. Api mulai membakar kakinya dan kemudian melahap seluruh tubuhnya. Wanita ini terbakar terus menerus, dengan ratapan yang memilukan serta keputusasaan, ia berseru, "Tuhan, Tuhan aku ingin keluar dari tempat ini." Dia mancoba manggapai Yesus. Dan ketika saya memandang Yesus, Nampak wajahNya penuh duka. Yesus berkata: "AnakKu, Aku membawamu kemari dengan maksud untuk bersaksi kepada dunia bahwa akibat dosa adalah maut, dan mereka itu benar-benar ada."
Saya memandang lagi kepada wanita itu, nampak cacing-cacing merayap keluar dari tulang sumsumnya. Tetapi cacing-cacing itu tidak mati terbakar api. Yesus berkata,"Wanita ini sadar dan dapat merasakan sumsumnya digerogoti cacing." "Tuhan, kasihanilah!" saya berseru ketika api mulai mambakarnya lagi. Jerit tangis dan ratapan yang memilukan terdengar dari keluhan jiwa wanita itu. Tetapi dia telah terhilang dan tidak ada keselamatan lagi!
Kami meneruskan pejalanan yang sempit dan berbelok-belok di antara sumur-sumur api. Jerit tangis, igauan kematian erangan kesakitan terdengar terus-menerus. Neraka itu tidak pernah sunyi dan bau kematian dari daging yang membusuk tercium di mana-mana.
Kami tiba pada sumur berikutnya. Suara seorang laki-laki terdengar dari dal sumur tersebut,"Tuhan, kasihanilah aku!" Hanya apabila mereka berbicara, saya dapat mengetahui apakah mereka laki-laki atau wanita.
Isak tangis yang memilukan keluar dari mulut laki-laki ini. "Aku menyesal, Yesus. Ampuni aku. Keluarkan aku dari tempat ini. Bertahun-tahun aku tersiksa. Aku mohon padaMu, biarkan aku keluar dari tempat ini!"
Saya memandang Yesus, dan Yesuspun menangis. Yesus menengadah ke atas dan berkata, "Bapa, Bapa, kasihanilah."
"Tuhan, aku telah mati 40 tahun yang lalu. Bukankah aku sudah orang benar yang hidup oleh iman. Semua pencemooh dan orang yang tidak percaya akan mendapat bagiannya di lautan api. Engkau tidak pernah mau mempercayai kebenaran. Berulang kali Aku mengirim umatKu untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, tetapi engkau tidak pernah mau mendengar bahkan engkau menertawakan mereka dan menolak injil keselamatan. Meskipun Aku telah mati di kayu salib untukmu tetapi engkau malah menolak dan mencemooh Aku dan engkau tidak mau bertobat dari dosa-dosamu. Bapa di sorga telah memberikan banyak kesempatan kepadamu untuk bertobat, tetapi engkau tidak mau mendengar."
"Aku tahu Tuhan, aku tahu dan aku mau bertobat sekarang,"teriak laki-laki ini……"tetapi sudah terlambat, "kata Yesus. "Penghakiman sudah dijatuhkan." Orang ini terus berkata-kata,"Tuhan teman-temanku akan tiba di neraka juga, karena mereka juga belum bertobat. Tolong, Tuhan, biarkan aku mengunjungi mereka, agar mereka bertobat dari dosa-dosanya. Aku tidak ingin mereka tinggal di sini juga."
Yesus berkata: "Aku telah mengutus para penginjil, gembala-gembala sidang dan guru-guru semuanya memberitakan Injil keselamatan. Mereka akan memberitakan kepada teman-temanmu. Dan Aku juga telah menyediakan berbagai sarana komunikasi modern untuk mendengar dan belajar tentang Aku. Jika mereka tidak percaya akan berita Injil, mereka juga tidak akan percaya meskipun ada orang bangkit dari kematian dan bersaksi kepada mereka."
Lalu laki-laki itu menjadi marah dan mulai mengutuki. Kata-kata hujat mulai keluar dari mulutnya. Saya melihat sesuatu yang mengerikan karena api mulai membakar tubuhnya dan daging-dagingnya mulai meleleh berjatuhan. Saya menyaksikan nyawa orang ini seperti asap abu-abu yang kotor memasuki tulang sumsumnya.
Saya memandang Yesus dan menangis, "Tuhan, betapa mengerikan!" Aku mengasihi mereka juga, AnakKu. Ini baru permulaan dari perkara yang mengerikan yang akan Aku tunjukkan kepadamu. Ada yang jauh lebih mengerikan yang akan engkau lihat.
Ceritakanlah kepada dunia bahwa neraka itu benar-benar ada, dan mereka harus bertobat dari dosa-dosanya. Mari ikut aku kita masih harus melanjutkan perjalanan."
Pada sumur berikutnya nampak sesosok tengkorak wanita yang sangat kecil, kira-kira berumur 80 tahun. Kulitnya telah mengelupas terbakar api, dan hanya tinggal tulang-tulang beserta jiwanya yang kotor yang ada didalamnya. Juga cacing cacing merayap menyelusup ke tulang-tulangnya.
"AnakKu, untuk itulah engkau berada disini,"Yesus berkata,"Engkau harus mengetahui tentang neraka dan menyaksikannya kepada mereka. Sorga itu ada, tetapi neraka itupun juga ada ."
Saya menengok tengkorak wanita itu lagi. Tangisnya sangat menyedihkan, dia merangkapkan tangan seperti berdoa. Saya menangis dan saya tahu orang-orang yang di nerakapun merasakan kengerian dan kesakitan ini semua. Yesus mengatakan bahwa mereka yang ada di neraka mempunyai perasaan dan pikiran yang sama dengan ketika mereka di bumi. Mereka ingat akan keluarga dan teman-temannya. Mereka selalu menyesal dan ingat hidupnya yang dulu mengapa mereka tidak mau bertobat. Seandainya mereka dulu mau bertobat ketika mendengar Injil keselamatan, tentunya akan selamat. Tetapi semuanya sudah terlambat dan tidak dapat diulang lagi.
Tengkorak wanita ini hanya memiliki satu kaki. Dan nampak ada lubang pada tulang pinggangnya. "Apa ini Tuhan?" jawab Yesus,"AnakKu, ketika dia hidup di dunia, dia terserang penyakit kanker pada pangkal pahanya, dokter telah mencoba menyelamatkan nyawanya tetapi gagal. Dia menyimpan kepahitan pada usia tuanya. Banyak umatKu yang berdoa dan menceritakan kepadanya bahwa Aku sanggup menyembuhkannya. Tetapi dia malah mengatakan, "Tuhanlah yang memberikan penyakit ini." Dia tidak mau bertobat dan tidak mau mempercayai FirmanKu. Dia memang pernah mengenal Aku, tetapi pada akhirnya dia malah membenci Aku.
Dia mengatakan bahwa dia tidak memerlukan Tuhan dan tidak membutuhkan kesembuhan dariKu. Tetapi Aku ingin tetap menyembuhkannya, dan memberkatinya. Dengan lembut Aku ingin menolongnya. Dia membalikkan punggungnya dan menolak Aku serta mengutuki Aku. Tetapi RohKu tetap berusaha menyelamatkannya dan dia tidak mau mendengarkan. Akhirnya dia mati dan tiba disini.
Kami melakukan perjalanan dan dari kejauhan masih terdengar tangisan wanita tadi yang ingin bertobat. Dalam benakku, aku ingin melakukan sesuatu untuk menolongnya.
Tetapi tidak mungkin. Hai umat-umat Tuhan yang masih hidup dalam dosa, bertobatlah!!! Jangan tunggu sampai Roh Allah meninggalkanmu. Cepatlah berbalik kepada Dia.
Pada sumur berikutnya nampak seorang sedang berlutut, hendak mencari sesuatu, tulang-tulangnya juga penuh dengan lubang-lubang. Bajunya nampak terkoyak-koyak terbakar oleh api. Kepalanya gundul tanpa mata dan hidung. Api masih membakar lengannya dan daging-dagingnya meleleh berjatuhan.
Jerit tangis menggoncangkan wanita ini. "Tuhan, Tuhan keluarkan aku dari sini." Dia mencoba memanjat keluar dari sumur itu, tetapi ada setan besar yang merayap, berwarna hitam keabu-abuan berlari menghampirinya dan mendorong kembali wanita ini untuk masuk ke lautan api lagi. Setan ini sangat mengerikan. Dengan mata yang cekung ke dalam dan tubuhnya penuh bulu, dengan tinggi tubuh seperti beruang besar. Saya kasihan kepada wanita ini. Ingin aku memeluknya dan meminta Tuhan untuk menyelamatkan dari mereka.
Tuhan tahu pikiranku dan berkata, "AnakKu, penghakiman sudah dijatuhkan. Sewaktu dia hidup di bumi Aku sudah bicara kepadanya. Bahkan ketika ia masih anak-anak, berulang kali Aku memintanya dan minta agar ia bertobat dan hidup untuk melayaniKu. Pada waktu ia umur 16 tahun. Aku datang kepadanya dan berkata, "Aku mengasihimu, berikan hidupmu dan ikuti Aku. Karena Aku telah memanggilmu untuk suatu tujuan khusus. Sepanjang hidupnya Aku terus menerus memanggilnya, tetapi ia tidak pernah mau mendengar. Ia berkata, "Suatu saat nanti aku akan melayaniMu. Sekarang aku tidak punya waktu untukMu. Aku ingin bersenang-senang dulu. Tidak ada waktu untuk melayaniMu, Yesus. Besok saja atau kapan-kapan." Tetapi waktu terus berjalan dan menyita hidupnya yang sia-sia. Ia telah menyia-nyiakan kesempatan dan waktu yang Tuhan telah sediakan. Akhirnya semua sudah terlambat. Hanya penyesalan yang ada. Wanita ini berteriak kepada Tuhan. "Jiwaku benar-benar tersiksa. Tidak ada lagi jalan keluar. Aku tahu bawa aku lebih mengasihi dunia daripada Engkau Tuhan. Aku dulu menginginka kekayaan, kedudukan, dan kesenangan, tetapi ternyata semua itu tidak bisa aku bawa mati. O, Tuhan neraka ini sangat mengerikan. Aku tidak bisa istirahat siang dan malam. Aku selalu dalam kesakitan dan siksaan. Tolong aku, Tuhan!!" Wanita ini memandang Yesus dengan penuh harapan dan berkata, "Tuhan yang manis, seandainya dulu aku mendengarkanmu tentunya aku tidak akan menyesal selama-lamanya. Aku pikir masih ada banyak waktu untuk bersenang-senang dulu. Tetapi ternyata aku telah salah duga dan tersesat.
Aku dulu adalah seorang wanita yang cantik yang banyak dikejar-kejar oleh laki-laki. Aku tahu Tuhan memanggilku untuk bertobat, tetapi aku keras kepala dan mengabaikan panggilanNya. Aku berpikir aku tidak memerlukan Tuhan. Oh, betapa kelirunya aku, dan setan mulai menyesatkan aku. Aku mulai terlibat lebih banyak lagi dalam melayani setan. Sampai aku lebih mencintai setan daripada aku mencintai Allah. Aku suka melalukan dosa dan tidak ingin berbalik kepada Tuhan. Setan memakai kecantikanku dan kekayaanku untuk menipuku. Aku terjebak untuk semakin ambisius dan ingin berkuasa. Tetapi Tuhan tetap bersabar untuk menarikku keluar dari dosa-dosa. Sebaliknya aku tetap berpikir bahwa besok masih ada kesempatan untuk bertobat. Sampai suatu hari mobilku menabrak sebuah rumah dan aku mati kecelakaan. Tuhan, tolong biarkan aku keluar dari tempat ini. Sambil mengerang wanita ini mencoba meraih tangan Tuhan………dan api tetap membakarnya. Yesus berkata, "Penghakiman sudah dijatuhkan."
Air mataNya turun sewaktu kami melanjutkan perjalanan.
"Waktu kunjungan ini sudah selesai, kita akan kembali lagi besok," kata Yesus.
Saudara, jika engkau hidup dalam dosa, bertobatlah! Kalau engkau sudah "lahir baru" tetapi berbalik daripada Allah, bertobatlah dan kembali kepada Dia sekarang juga. Hiduplah yang baik dan benar sesuai dengan Firman Tuhan. Bertobatlah, sebelum semuanya terlambat, dan engkau dapat hidup bersama Tuhan di sorga selama-lamanya. Yesus berkata lagi, "Neraka berbentuk seperti tubuh manusia terlentang, punggungnya menghadap ke bawah yang terletak di pusat bumi. Volume neraka sangat besar dengan banyak kamar-kamar penyiksaan.
Ingatlah baik-baik untuk menceritakan kepada semua manusia di bumi, bahwa neraka itu benar-benar ada. Berjuta-juta manusia yang terhilang sudah ada di tempat ini. Dan setiap hari ada yang datang di tempat ini. Pada hari penghakiman terakhir nanti, orang-orang mati dan neraka akan dibuang dalam lautan api. Inilah kematian kedua.

Nuk ka komente:

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: