Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

e mërkurë

Pertobatan Pdt. Abuna Syarief Hidayatullah

Perjalanan pertobatan Pdt. Abuna Syarief Hidyatullah boleh dibilang tidak
mulus. Penderitaan hamba Tuhan ini juga sempat diisukan akan dibunuh. Secara
blak-blakkan ia menceritakan kepada Gloria bahwa ia mampu bertahan dalam
penderitaan karena Yesus

Saya tidak pernah membayangkan dan berharap saya jadi orang Kristen. Saya orang
yang fanatik, jadi sama orang Kristen saya paling benci. Kalau lihat orang
Kristen saya buang ludah. Kalau ada kebaktian di rumah-rumah, pasti saya suka
tumpukin batu.

Saya suka meledekin orang Kristen. Pernah debat sama pendeta lalu pendeta itu
saya tempelengin, gara-garanya debat tentang Tuhan Yesus, saya kalah. Waktu
saya kalah debat, saya tempelengin pendeta. Waktu saya tempelengin dia, pendeta
itu malah bilang heleluyah. Kan saya tambah marah. Lalu saya tempelengin lagi,
dia juga masih bilang haleluyah.

Tuhan Lawat Lewat Mimpi

Suatu ketika Tuhan lawat saya. Rupanya pendeta ini berdoa supaya saya
diselamatkan. Kemudian saya mimpi. Dalam mimpi itu saya ditegur oleh Tuhan.
Saya tidak melihat wajah Tuhan. Tapi saya melihat sebuah sinar pelangi. Dibalik
sebuah sinar pelangi itu ada suara yang berkata, "Syarief hambaku, engkau harus
bertobat!"

Lalu saya bilang, bukankah saya ini orang yang sudah bertobat? Berapa banyak
orang-orang dari tetangga masuk ke agama saya? Tapi Tuhan bilang, nggak, kamu
harus bertobat dan kamu harus datang ke salah satu hambaku yang namanya
Pariadji.

Saya tuh terus terang belum kenal Pariadji dan belum tahu, belum pernah lihat
wajahnya. Setelah saya mimpi seperti itu, rupanya mimpi saya disensor. Kenapa?
Karena mertua saya cepretin air ke muka saya suruh bangun sembayang subuh.
Waktu saya habis dapat mimpi itu, di pikiran saya terngiang-ngiang terus nama
Pariadji. Akhirnya saya cerita kepada istri saya. Saya bilang, saya tuh mimpi.
Istri saya bilang, eh kamu tuh jangan percaya sama mimpi.

Setelah mimpi itu saya alami, Genap satu bulan yang datang tukang minta-minta.
Yang namanya tukang minta-minta itu langganan ke rumah saya. Jadi Kalau ada
tukang minta-minta, saya kasih makan, minum, pakaian dan uang.

Setelah saya kasih dia makan dan minum lalu dia berdoa. Dulu saya itu tidak
ngerti, dia berdoa pakai bahasa yang saya tidak mengerti. Dan sekarang saya
tahu itu bahasa roh.

Tapi setelah dia keluar dari rumah saya, saya tarik taplak meja saya lalu jatuh
sebuah amplop. Nah amplop itu berisi buletin Tiberias, traktat lalu saya baca
ada nama Drs. Pariadji. Saya berpikir ini kenapa traktat ada disini. Ini pasti
tukang minta-minta.

Saya kejar tukang minta-minta itu. Ternyata sudah nggak ada, sudah hilang. Saya
tanya sama saudara saya yang di depan. Kamu lihat nggak tadi tukang
minta-minta, karena waktu saya keluar dengan tukang minta-minta, dia ada.

Dia bilang, tidak, saya cuman lihat kamu ngomong sendiri. Saya cerita sama
istri saya. Istri saya bilang, ya coba saja dicek. Kalau ini memang dari Tuhan,
ya orangnya ada.

Niat Membunuh

Lalu saya coba cek. Saya coba datang ke alamat tersebut. Begitu di depan pintu,
saya ketemu sama Pak Pariadji. Tapi karena saya tidak kenal maka saya tanya Pak
Pariadji. Lalu dia tanya saya, kamu datang kesini ada perlu apa? Tanya
Pariadji. Saya bilang, saya mau menceritakan mimpi saya. Lalu saya ceritakan
mimpi saya. Terus saya tuh dari rumah sudah penasaran. Jujur saya katakan, di
pinggang saya terselib yang namanya pisau. Saya mau bunuh Pariadji. Mengapa?
Karena terus terang kalau saya bunuh orang Kristen, saya anggap ini jihad, saya
masuk surga. Jadi saya sudah siapkan itu dari rumah.

Sampai disana, sepertinya saya kok, tidak berdaya sama sekali. Saya malah
ditantang untuk terima Yesus. Begitu ditantang, saya tidak bisa bilagn apa-apa
kecuali bilang mau.

Singkat cerita, saya di beri Alkitab. Setelah diberi Alkitab, saya pergi. Di
rumah saya pelajari. Waktu saya pelajari, ternyata disitu saya banyak sekali
menemukan kebenaran-kebenaran yang selama ini selalu saya pertanyakan. Saya
dulu kan selalu minta, tunjukkan kami ke jalan yang lurus. Eh, waktu saya baca
di Injil Yohanes ada ayat yang mengatakan, "Akulah jalan kebenaran yang hidup,
tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa kecuali melalui Aku." Penasaran dan
akhirnya disitulah saya mulai percaya Yesus dan ikut Tuhan Yesu Kristus hingga
sekarang.

Diusir dari Keluarga

Hari itu waktu saya ambil keputusan tinggalkan aktivitasmu yang lama. Tetapi
ada oposisi dari keluarga. Akhirnya mertua marah dengan saya, orang tua juga.
Waktu orang tua saya marah, saya tetap bilang, saya pilih Yesus. Kamu pilih
Yesus, saya coret kamu dari daftar keluarga dan saya tidak mau lagi menerima
kamu sebagai anak, dan namamu kucoret dari daftar ahli waris.

Kata saya, tidak apa-apa, yang penting nama saya tercatat dalam buku kehidupan
dan aku adalah ahli waris kerajaan Allah. Dan sejak itu, ewaktu dia dengar itu,
mertua saya marah dan saya dipukul. Waktu dipukul, saya bilang haleluyah. Saya
jadi ingat waktu saya tempeleng pendeta. Hukum tabur tuai berlaku. Dia pukul
lagi semakin keras, gigiku rontok satu, haleluya.

Pertama kali Berdoa Dalam Nama Yesus

Makanya saya tahu di dalam kekristenan jangan main-main. Apa yang kita lakukan
itu yang akan kita tuai. Itu konsekuensi dan akhirnya saya diusir. Saya keluar
tidak pakai baju yang mewah. Cuman pakai kaos yang melekat di badan, tidak
pakai sandal hanya bawa Alkitab.

Firmannya berkata, sekali-kali aku tidak akan membiarkan engkau. Di situ saya,
untuk pertama kalinya belajar berdoa di dalam nama Yesus. Doa saya yang pertama
yang paling alkitabiah ya hari itu, saya mulai mengganti dari doaku yang dulu.
"Tuhan Yesus, kalau engkau nggak malu lihat saya terlantar, tidak punya
siapa-siapa, sayapun tidak malu. Tapi kalau Engkau malu lihat saya terlantar,
sayapun malu Tuhan".

Lalu saya jalan sampai di lampu merah, saya lihat mobil. Di mobil itu saya
lihat ada berisi sayur mayur. Truk itu berisi angkutan sayur mayur, saya naik
di situ. Di situ rata-rata Ismael semua, kuli-kulinya Ismael semua. Waktu saya
naik di situ, saya ditanya, engkau mau kemana? Saya cerita, disitulah pelayanan
pertama saya kesaksian. Saya cerita bagaimana saya terima Yesus dan
konsekuensinyha saya terima Yesus. Disitulah untuk pertama kalinya saya khotbah
diatas truk, di hadapan 3000 jiwa alias 3 orang.

Ada perasaan rindu ingin ke gereja. Jadi kalau hari minggu, saya ke gereja bawa
Alkitab walaupun tidak pakai sandal, saya nyeker. Dulu saya pikir semua gereja
itu sama ternyata berbeda-beda. Saya pergi dari gereja ke gereja lalu tiap kali
masuk ke gereja, banyak orang-orang Kristen yang tidak bisa menerima kehadiran
saya.

Ada lagi mejelis berkata, "Eh hati-hati, kamu kalau nampung dia, jangan-jangan
alat musik gerejamu diambil, digondol"

Dengar kata-kata seperti itu rasanya kecewa, apalagi saya jiwa baru. Maka terus
terang amit-amit, kalau saya jadi orang kristen itu hanya karena lihat orang
Kristen maka saya nggak bakalan jadi orang Kristen. Tapi saya jadi Kristen
karena saya lihat Yesus.

Lalu saya ingat keluarga saya di Bogor, ada paman saya Frans. Saya ingat dia
kan orang seberang. Saya pikir, lewat dia, saya bisa didamaikan dengan
keluarga. Ternyata begitu sampai disana, dia sudah ikut Yesus. Jadi saya
bukannya didamaikan dengan keluargaku, tapi didamaikan kembali dengan Tuhan
Yesus.

Malah saya diajak kebaktian. Akhirnya saya terima Tuhan dan dibabtis lalu
dikirim ke Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu jadi dosen. Lalu gabung dengan
Tiberias Solo Baru.

Sumber: Gloria, edisi 269: Minggu IV September 2005

Nuk ka komente:

Buku Tamu

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Dan Kamu adalah pengunjung ke :

Firman Tuhan Untuk Anda

"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51)




Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yohanes 10:14-15)




“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)




Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26)




Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)




“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan lah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)




-----000000------00000------00000---------

Doa Untuk Anda

Apakah Anda Ingin mendapat kiriman text Doa-Satu-Menit setiap hari ? Kirim Email Kosong ke : doa-satu-menit-subscribe@yahoo.com

Jika Kamu di Surabaya, Stay Tuned at

  • Bahtera Yuda at 96.4 MHz
  • Bethany FM at 93.8 MHz
  • Nafiri FM at 107.10 MHz
Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
Periodicals
Literature
by: